oleh

Asosiasi Pilot Garuda Dukung Langkah Pembenahan Menyeluruh Perusahaan

JAKARTA-Asosiasi Pilot Garuda (APG) yang merupakan bagian dari Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, menyampaikan  dukungan penuh, terhadap langkah pembenahan menyeluruh yang akan dilakukan  pemerintah di tubuh perusahaan plat merah tersebut. Hal tersebut disampaikan Presiden Asosiasi Pilot Garuda yang juga  Ketua Sekretariat Bersama, Capt Ruli Wijaya.

Sehubungan dengan hal tersebut, para pilot Garuda Indonesia menyampaikan beberapa hal penting terkait kondisi saat ini:

1.Perekrutan yang Tidak Sejalan dengan GCG dan Semangat Efisiensi. Kami, yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda mencermati, pelaksanaan program perekrutan yang dilakukan oleh Manajemen mengandung sejumlah kejanggalan yang perlu dikaji ulang.

Khususnya, dari sisi prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). Selain itu, langkah ini juga tidak selaras dengan semangat efisiensi, yang saat ini menjadi fokus utama Pemerintah maupun Perusahaan.

  1. Gagalnya Komunikasi Manajemen dan Serikat Pekerja. Komunikasi yang tidak terjalin secara efektif antara Manajemen sebagai pemangku kebijakan dan Serikat Pekerja telah menghambat terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara Karyawan dan Manajemen, yang semestinya menjadi dasar dalam membangun perusahaan yang sehat.
  2. Pembatasan Terhadap Kebebasan Berpendapat. Upaya karyawan dalam menyampaikan pendapat sering kali direspons dengan pembatasan, meskipun telah dilakukan sesuai dengan peraturan perusahaan dan perundang-undangan yang berlaku.

Padahal, seluruh masukan yang karyawan sampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap Garuda Indonesia sebagai flag carrier nasional.

Sayangnya, Manajemen cenderung memandang karyawan atau Asosiasi Pilot ini sebagai pihak yang berseberangan, alih-alih melihat potensi kontribusi dari pengalaman dan kompetensi yang kami miliki sebagai bagian dari aset strategis perusahaan.

  1. Pemutusan Sepihak Pemotongan Iuran Serikat. Kami menduga adanya upaya pelemahan terhadap Serikat Pekerja melalui penghentian mendadak bantuan pemotongan iuran keanggotaan dari sistem payroll pegawai.

Langkah ini mencerminkan tidak adanya itikad baik dari Perusahaan dalam menjaga kemitraan yang sehat antara Serikat dan Manajemen dalam membangun PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

  1. Dugaan Kriminalisasi Terhadap Pengurus Serikat.

Terdapat dugaan upaya kriminalisasi terhadap Ketua-ketua Serikat Pekerja melalui pelaporan kepada pihak kepolisian terkait Berita Pers yang dikeluarkan oleh Sekretariat Bersama.

Tindakan ini patut dipertanyakan, karena tidak sejalan dengan amanat UUD 1945 yang menjamin hak tiap warga negara untuk berserikat dan menyampaikan pendapat, baik secara lisan maupun tertulis.

Sehubungan dengan hal-hal di atas, ujar Rudi Wijaya demi menjaga keberlangsungan bisnis Garuda Indonesia dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan (safety) dan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Asosiasi Pilot Garuda meminta kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir serta Pemegang Saham untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan  Asosiasi Pilot Garuda (APG) dengan didampingi kuasa hukumnya Pro OC Kaligis. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *