oleh

Soal Insiden PMII dengan Kades, Waket KNPI Sulsel Berharap Dapat Dilihat Secara Bijak

POSKOTA. CO – Wakil ketua KNPI Sulawesi selatan (Sulsel) Malik Sain berharap agar Insiden yang terjadi antara kelompok pembawa aspirasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan beberapa oknum Kepala Desa yang tergabung di APDESI Kabupaten Sinjai, dapat dilihat secara bijak dan jernih.

“Mari kita melihat polemik yang terjadi kemarin itu dengan bijak dan jernih. Karena aksi yang dilakukan teman-teman dari PMII itu dijamin oleh undang-undang sepanjang tidak melanggar dari ketentuan yang ada,” katanya, Rabu (16/6/21).

Menurut Malik yang juga menjabat sebagai Wakil ketua Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) kabupaten Sinjai ini aksi spontanitas yang dilakukan oleh beberapa Kepala Desa yang masuk dikerumunan pembawa aspirasi dan kemudian menarik spanduk dari pembawa aspirasi itu bisa kita maklumi.

“Hal ini mungkin saja sebagai bentuk ketersinggungan terhadap isu yang ditujukan kepada mereka,” ucapnya.

Terkait adanya insiden dan tindakan kekerasan yang beredar diberita maupun di media sosial, tambahnya, maka negara ini harus menegakkan aturan, tidak boleh ada bentuk kekerasan yang terjadi dibiarkan begitu saja.

“Ketika kami mencermati video yang beredar dan informasi dari beberapa orang yang ada dilokasi sebenarnya kejadian kemarin itu sudah mirip  pertikaan massal alias tawuran, maka dari itu kita mengapresiasi aparat dalam hal ini kepolisian yang mampu bertindak cepat dan tepat sesuai protap untuk melakukan tindakan mencegah insiden yang lebih besar,” ungkapnya.

Ia menambahkan hubungan antara Kepala Desa dengan mahasiswa boleh dikata seperti ayah dan anak. Jadi, alangkah baik dan bijaknya insiden yang terjadi kemarin ini bisa diselesaikan dengan kekeluargaan dan secara baik.

Oleh karena itu ia meminta kepada pihak aparat kepolisian untuk tidak membiarkan tindakan kekerasan tanpa ada proses hukum dengan tetap mengedepankan aspek yang humanis dan mediasi demi kebaikan kita bersama di bumi panrita Kita Ini.

“Untuk itu, mari semua kita jaga Sinjai Bumi Panrita Kitta ini. Jaga nama baik daerah kita sebagai daerah yang menjunjung tinggi kekeluargaan, menjaga sifat sipakatau sipakalebbi sebagai pesan orang tua kita dulu,” harapnya. (Jumardi/bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *