oleh

Viral di Medsos, Polres Jakarta Utara Ungkap Vaksinasi Kosong

POSKOTA.CO – Vaksinasi kosong di wilayah Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara yang sempat viral di media sosial akhirnya diungkap Kepolisian Resort Metro Jakarta Utara. Tersangka berinisial EO berhasil diamankan petugas dan ia disangkakan pidana setahun kurungan penjara, melalui Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1998 tentang Wabah Penyakit Menular.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, vaksinasi dalam video yang beredar di media sosial terjadi di salah satu sekolah swasta di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara pada Jumat (6/8/2021).

“Dari pemeriksaan tersangka EO mengakui kelalaian saat menyuntik vaksinasi kepada pelajar inisial BLP, yang mana suntikan tidak berisi dosis vaksin,” kata Kombepol Yusri, Selasa (10/8/2021), di Polres Jakarta Utara.

Menurut Yusri, saat ini pihaknya melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Tersangka mengakui suntikan kepada seseorang BLP kosong saat itu. Proses penyuntikannya divideokan ibu BLP dan beredar viral di media sosial.

“Berbekal barang bukti berupa vial vaksinasi dan peralatan medis lainnya, memastikan tersangka berprofesi sebagai perawat di salah satu klinik,” tambahnya.

Yusri juga menambahkan, EO meluangkan waktu libur untuk menjadi relawan vaksinator di sekolah itu sesuai permintaan yayasan sekolah. “EO memiliki klasifikasi sebagai perawat dan relawan vaksinator. Tetapi yang namanya negara hukum, apa pun kesalahan ada aturan mengatur. Kasus ini masih kami kembangkan,” jelasnya.

Sementara itu, EO mengungkapkan permintaan maafnya kepada BLP, keluarga dan masyarakat Indonesia. Dia mengaku kasus tersebut diakui tidak ada unsur niat kesengajaan, dan akan menghadapi segala proses hukum yang menjerat dirinya.

“Saya minta maaf kepada keluarga dan BLP yang sudah vaksin. Saya tidak ada niat. Saya hanya membantu sebagai relawan memberikan vaksin. Maaf kepada masyarakat Indonesia atas kejadian ini. Saya akan mengikuti segala proses ke depan. Di hari itu saya menyuntikkan vaksin kepada 599 orang,” tutupnya. (wandhy)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *