oleh

Safari Ramadan di Masjid Baiturahim Angkasa, Ulama Palestina Syekh Shiyam: Alangkah Mudahnya Berpuasa di Indonesia

JAKARTA – Muslim Indonesia alangkah mudahnya dalam menjalankan ibadah puasa karena di  saat sahur atau berbuka puasa selalu ada makanan dan minuman untuk dinikmati. Sebaliknya kaum muslim di Palestina sering kali tidak makan apapun karena memang tidak punya apa-apa, namun hal itu tidak menyurutkan semangat  mereka untuk menjalankan ibadah saum di bulan Ramadan.

Hal itu diungkapkan ulama dari Palestina, Syekh Mahmud Shiyam saat melakukan Safari Ramadan di Masjid Baiturahim Angkasa, Jalan Mokmer I Komplek Angkasa Pura, RW 07 Kelurahan Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Minggu (9/3/2025). “Sungguh memilukan kehidupan bangsa Palestina sejak terjadi agresi di Jalur Gaza oleh  serangan Israel pada tanggal 7 Oktober 2023 lalu,” ungkap Syekh Shiyam di hadapan ratusan jemaah Salat Zuhur.

Jadi, selama menjalankan ibadah puasa, kata Syekh Shiyam,  kaum muslim Palestina tidak punya bekal makan dan minum yang cukup. “Kadang ada yang saat sahur tidak makan atau sebaliknya saat berbuka tidak ada makanan. Namun kami tetap bersemangat berpuasa. Jadi, kaum muslim Indonesia haruslah bersyukur bisa berpuasa dengan tenang dan menikmati makanan saat berbuka serta bisa tidur nyenyak di rumah,” ujarnya.

Safari Ramadan yang bertema ‘Membasuh Luka Palestina 2025’ diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Baznas (BAZIS) Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) dalam rangka penggalangan dana untuk Gaza. Bagi BAZIS Jakarta, safari  ini juga merupakan rangkaian  kegiatan ‘Cahaya Zakat, Keajaiban Muzaki dan Mustahik’ yang digelar selama Ramadan. Kehadiran ulama kondang dari Palestina itu  disambut penuh semangat para jamaah pria maupun wanita, termasuk warga yang berdomisili di Komplek Angkasa Pura dan sekitarnya.

Menurut Syekh Shiyam kehidupan di Palestina sangat memprihatinkan karena mereka tidak lagi punya tempat tinggal. “Semua bangunan hancur-lebur dibombardir oleh Israel. Warga Palestina sehari-hari tidur beralaskan tanah dan beratap langit. Apalagi saat ini sedang musim dingin sehingga banyak masyarakat yang meninggal karena kelaparan maupun kedinginan. Mayat mereka kurus dan membeku,” kata Syekh Shiyam.

Menurutnya, meski PBB telah mengakui kemerdekaan  Palestina, namun hingga saat ini masih sebatas formalitas saja. “Masih banyak penindasan yang terjadi dan Israel benar-benar berusaha merebut Masjidil Aqsa yang merupakan masjid milik para muslim sedunia. Masjidil Aqsa bukan cuma milik Palestina, tetapi milik kaum muslim dunia, termasuk para muslim Indonesia. Jadi, Indonesia harus lebih peduli terhadap agresi tersebut,” tandasnya. Menurutnya, bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi bangsa Palestina, minimal bisa buat beli tenda maupun makanan untuk bertahan hidup.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baiturahim Angkasa Iim Rusyamsi menyampaikan terimakasih kepada MUI dan Bazis yang telah memilih Masjid Baiturahim sebagai salah satu tujuan dari program Safari Ramadan. “Kami juga mengucapkan terimakasih kepada para jamaah dan masyarakat sekitar yang  sangat antusias menyambut kehadiran ulama dari Palestina. Pada kegiatan ini terkumpul sedekah dan infaq sebesar Rp 6.976.500 atau hampir Rp 7 juta, dan semua diserahkan untuk donasi Gaza,” jelasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *