POSKOTA.CO – Seorang rentenir bernama Simon Namora tewas setelah terlihat duel maut. Nyawa pria 20 tahun itu melayang ditangan pedagang gorengan, Cucu Samsudin (35).
Peristiwa berdarah tersebut terjadi di rumah kontrakan pelaku di Jalan H Sahlan, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (17/1/2022). Keributan dipicu tagihan cicilan sebesar Rp350 ribu.
Saksi mata kejadian, Evan Kautsar (17) menuturkan, insiden itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, keributan sempat terjadi antara kedua pihak.
“Awalnya saya lagi di depan terus dengar ada warga yang ngasih tahu, nih ada yang ribut. Terus saya langsung ke lokasi,” ungkapnya.
Begitu tiba di lokasi, Evan melihat teras kontrakan pedagang gorengan sudah dipenuhi darah. Ia melihat dua orang tergeletak di tepat di depan pintu kontrakan.
“Saya melihat sudah bersimbah darah banyak. Sudah tergeletak saja gitu. Korban sempat minta tolong ke saya, tapi saya takut kesalahan. Saya langsung lari ke pos polisi,” tuturnya.

Tak lama, polisi pun datang. Namun, korban sudah tak terselamatkan. Sedangkan pedagang gorengan, dalam keadaan kritis.
“Korban sudah enggak sadar diri, terus tukang gorengan masih bergerak, sudah lemas. Kritis gitu,” imbuhnya.
Diduga, korban disabet senjata tajam tepat di bagian leher. Sehingga harus kehilangan banyak darah, dan tewas seketika.
“Kalau rentenir itu saya lihat di leher,” imbuhnya.
Kapolres Tangsel AKBP Sarly Sollu membenarkan kejadian itu. Menurutnya kejadian itu bermula korban mendatangi rumah pedagang yang belakangan diketahui berinisial CS.
Kedatangan korban bertujuan hendak menagih utang senilai ratusan ribu.
“Menagih utang senilai Rp350 ribu. Ditagih kepada CS ini,” ujar Sarly Sollu saat dikonfirmasi, Senin (17/1/2022).
Namun, lantaran pedagang tersebut belum memiliki uang, utang pun tak dapat dibayarkannya.
“Sehingga MS tersulut emosi. Terjadilah pemukulan pada bagian kepala (CS atau pedagang). CS akhirnya tidak terima,” tuturnya.
Hal itu pun membuat CS naik pitam. Sehingga duel antara keduanya pun tak dapat dihindari.
Mereka bertikai saling menggunakan senjata tajam. Akibatnya, baik pedagang ataupun penagih utang mengalami sejumlah luka.
Namun akibat luka yang parah dan kehilangan banyak darah, nyawa sang rentenir tak terselamatkan.
“Korban meninggal, terdapat sayatan di lehernya dan bagian belakang, serta depannya. Kita belum dapatkan hasil visum dari dokter, namun secara kasat mata yang mematikan itu sabetan di leher,” terangnya.
Sedangkan pedagang, kini masih menjalani penanganan medis di salah satu rumah sakit di bilangan Ciputat, Tangsel.
“Kondisi pelaku (pelaku) juga ada beberapa sayatan di badannya termasuk di tangannya dan saat ini dalam perawatan di rumah sakit,” katanya.
Sarly Sollu menyebut, senjata tajam tersebut bukanlah benda yang sudah disiapkan. Melainkan memang sudah ada di lokasi tanpa kesengajaan.
“Ya yang jelas keterangan pelaku CS, bahwa parang dan pisau itu sudah ada di situ dan memang tidak disiapkan. Senjata tajam itu digunakan CS sehari-hari dalam kegiatannya jualan gorengan,” paparnya.
Kapolres menegaskan, saat ini kasus pembunuhan tersebut masih dalam penyelidikan. Pihaknya kini masih mengumpulkan keterangan, sembari menunggu kondisi pedagang tersebut pulih. (imam/sir)







Komentar