oleh

PUPR Depok Geram Proyek Jembatan Haji Ali Sawangan Asal Jadi

POSKOTA. CO – Proyek pembangunan jembatan Jl. Haji Ali, Kec. Sawangan yang dikerjakan CV. Merbabu dan didampingi pihak konsultan supervisi CV. Manora senilai Rp 478.500.000 dilaksanakan asal jadi sehingga harus dibongkar dan dibangun ulang.

“Jelas sangat tidak sesuai spesifikasi dan rencana yang dianjurkan terpaksa kami minta dibongkar lagi pondasi jembatan yang sudah di cor untuk dikerjakan ulang, ” geram Plt kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok Citra Indah Yulianti kepada wartawan, Jumat (1/10/2021).

Kondisi tiang beton coran yang dikerjakan untuk menopang badan jembatan dikerjakan asal jadi dan mengantung atau kurang dalam sehingga khawatir setelah jadi nanti tidak akan bertahan lama serta mudah patah maupun ambruk sehingga harus dibongkar ulang walau sudah dicir sementara.

Menurut dia, proyek pembangunan jembatan Haji Ali, Sawangan menggunakan dana APBD kota Depok tahun 2021 dikerjakan oleh CV. Merbabu dan didampingi konsultan supervisi CV. Manora dengan nilai kontrak Rp 478.500.000. “Harus dibangun ulang pokoknya agar sesuai aturan dan ini harus menjadi pelajaran bagi semua kontraktor yang mendapatkan kegiatan di Kota Depok, ” tuturnya.

Sebelumnya, koordinator Aliansi Mitra Penjara (AMP) Depok, Ivan, menemukan kejanggalan dalam pembangunan jembatan penghubung di Jl. Haji Ali, Sawangan yang merupakan kegiatan tender dikerjakan asal jadi dan mendesak pihak DPUPR Depok untuk mengecek di lapangan karena jajaran direksi UPT II Sawangan diduga tidak melakukan pemantauan ke lapangan.

“Sangat disayangkan jajaran di pihak Bina Marga Depok maupun UPT II Sawangan terkesan tutup mata dengan kegiatan proyek berasal dari tender yang harus diulang, ” ujarnya.

Hal senada dikatakan Mardan, warga Sawangan, yang meminta pihak DPUPR Depok khususnya jajaran di tiga UPT Kota Depok tidak hanya duduk dibelakang meja sahabat tapi memantau semua kegiatan pembangunan yang dibiayai Pemkot Depok. “Uang proyek hasil dari masyarakat Depok jadi kontraktor juga harus paham jangan cari keuntungan dengan bekerja asal jadi, ” katanya. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *