oleh

Polsek Cileungsi Bentuk Satgas Pelajar Antitawuran

POSKOTA.CO – Antisipasi tawuran yang melibatkan pelajar, Kapolsek Cileungsi Kompol Andri Alam Wijaya membentuk Satgas Pelajar Antianarkis dan Tawuran. Demi efektifnya program ini, Kompol Andri Alam melibatkan unsur TNI serta Muspika Cileungsi dan pihak sekolah.

Hadir dalam rapat koordinasi yang berlangsung Selasa (8/2/2022), di Aula Mapolsek Cileungsi ini, Camat Cileungsi Adhi Nugraha, Danramil Cileungsi Mayor Inf Chusnun Anwarudin, Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Kapolsek Cileungsi Kompol Andri Alam Wijaya, Kanit Lantas AKP Asep Saepudin, Kanit Reskrim AKP Enjo Sutarjo, dan 23 orang perwakilan sekolah tingkat SMA, SMK dan SMP.

Kompol Andri dalam pertemuan ini mengajak kepada sekolah-sekolah, agar melakukan antisipasi adanya kenakalan remaja yang berujung pada tawuran pelajar. “Merupakan tanggung jawab kita semua terhadap anak didik yang ada di sekolah. Harus ada kerja sama antara Muspika dengan pihak sekolah. Saya minta Posko Aatgas Antitawuran dan di sekolah diaktifkan. Perlu diawasi ketika anak sekolah pulang,” pinta Kompol Andri.

Ia menegaskan, tawuran terjadi biasanya ada penghubung, dan pihak sekolah diharapkan bisa mencari dan mengetahui alumni atau seniornya yang kerap mengajak yuniornya untuk terlibat dalam hal keributan.

Kejadian tawuran pelajar, jangan dilihat dari sekolah tingkat mana, tapi efek dari kejadianya. Banyak sudah yang menjadi korban baik luka maupun meninggal dunia. Orang tua juga tidak bisa lepas tangan. Lakukan pantauan di rumah dan ajak anak berdiskusi. Jangan biarkan anak terasing di rumah sendiri hingga membuatnya mencari jalan sendiri diluar rumah.

“Kami akan bentuk nota kesepakatan. Apabila ada yang tertangkap membawa senjata tajam dan terlibat tawuran atau melakukan tindak pidana, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Setelah kita bentuk satgas anti tawuran agar pihak sekolah segera dibentuk satgas kecil di sekolah,” ujar Kapolsek.

Kompol Andri menambahkan, pihak kepolisian siap memberikan bantuan untuk mengisi acara di sekolah sekolah terkait dampak hukum dari tawuran pelajar, setelah dibentuk satgas. Kapolsek meminta, agar para guru harus mengetahui dimana anak didiknya bergaul. Pihak kepolisian selalu melakukan siskamling tiap malam untuk pencegahan.

Sementara itu, Camat Cileungsi lebih menyoroti pada peredaran minuman keras (miras) yang berdampak pada keberanian anak untuk melakukan tawuran dengan senjata tajam di jalan raya.

“Kita sifatnya pencegahan terhadap masalah tawuran pelajar. Pencegahan bukan hanya tawuran tapi masalah miras dan narkoba juga. Apalagi saat ini Kecamatan Cileungsi memasuki PPKM Level 3. Kegiatan PTM apabila ada pelanggaran, akan dievaluasi. Anak didik jangan memanfaatkan kelonggaran PTM untuk tawuran,” kata Adhi Nugraha.

Ia juga meminta pihak sekolah, agar memastikan tenaga pendidik dan siswanya sudah di vaksin. “Jumlah sekolah di Kecamatan Cileungsi banyak, sehingga tingkat kerawanan juga meningkat. Pengawasan terdepan adalah para guru, agar dilakukan razia terhadap siswanya secara acak,” papar Adhi Nugraha.

Sedangkan, Danramil Cileungsi Mayor Inf Chusnun Anwarudin meminta agar legalitas satgas harus diperkuat untuk pertangungjawaban di lapangan. “Mencegah lebih baik agar pengawasan secara rutin dan peran guru di sekolah ditingkatkan kembali,” tegasnya.

Pada kesempatan sama, perwakilan guru dari SMA Muhammadiyah menegaskan, dalam aturan di sekolahnya, apabila siswanya terlibat tawuran, maka akan dikeluarkan. “Tanggung jawab pihak sekolah sebetulnya mulai masuk sekolah sampai pulang sekolah sesuai jam kerja, akan tetapi pihak guru selalu memikirkan keberadaan siswanya.
Apabila tawuran terjadi malam hari bagaimana menyikapinya,” ujar perwakilan dari SMA Muhamadiyah.

Perwakilan lainnya, guru dari SMP Yapin mengaku, jika waktu tawuran itu biasanya setelah selesai ujian. “Anak sekolah ketika selesai jam pelajaran biasanya selalu nongkrong sama anak lainya bahkan sama anak motor. Maka kami minta juga dilakukan penertiban balapan liar,” pintanya.

SMK Al Hadid melalui perwakilannya yang hadir dengan tegas mengatakan, pencegahan yang dilakukan di sekolahnya salah satunya ponsel siswanya di sita beberapa waktu dan nomor ponsel guru dimasukan ke grup siswa untuk mengetahui pergerakan para siswa.

Sementara perwakilan dari SMAN 2 Cileungsi berharap, tiap sekolah harus mengetahui saat ulang tahun di sekolahnya.
Karena kerap dijadikan ajang tawuran berbalut kegembiraan ulang tahun.

Acara diakhiri dengan penandatanganan bersama antara semua delegasi yang hadir. (*/yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *