POSKOTA.CO – Hampir satu juga lebih pemudik meninggalkan Jabodetabek dalam momen lebaran 2021. Meski libur lebaran sudah berlalu rupanya belum semua pemudik kembali.
Polda Metro Jaya memperpanjang penyekatan dan screening terhadap pemudik hingga 24 Mei 2021 pada arus balik lebaran. Hal ini untuk mencegah momen mudik lebaran menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memerintahkan para Kapolres, Kapolsek dan Bhabinkamtibmas mendata dan melakukan pengawasan terhadap warga yang nekat merayakan Idulfitri di kampung halaman.

Pemudik yang ingin kembali diminta melakukan test antigen yang disediakan gratis. Hal itu bertujuan untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19. Apalagi puncak arus balik Lebaran tahun ini diprediksi terjadi pada 21-23 Mei 2021.
Di Ciledug, Kota Tangerang misalnya. Tiga Pilar Ciledug semakin gencar Tiga jemput bola untuk lakukan test swab antigen kepada warga yang baru kembali dari kampung halaman.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, sehingga penyebaran Covid-19 dapat di minimalisir,” ujar Kapolsek Ciledug Kompol Poltar L Gaol kepada Poskota.co, Jumat (21/5/2021).
Lanjut Poltar, kegiatan door to door dilaksanakan di Kecamatan Ciledug dan Kecamatan Larangan. Menurutnya, ada 24 warga yang baru kembali mudik harus dilakukan test antigen.
“Ada 24 warga yang kemarin nekat mudik. Mereka kita swab dan Alhamdulillah hasil semuanya non reaktif,” ungkapnya.
Polsek Ciledug akan terus lakukan swab antigen kepada warga yang melakukan kegiatan pulang kampung pada lebaran tahun ini meski pemerintah melarang mudik.

Kapolsek bersama tiga pilar sudah memberi imbauan kepada warga untuk segera melakukan swab antigen di Puskesmas maupun Polsek Ciledug. Ia pun mengimbau warga yang baru kembali dari kampung halaman untuk menjalani isolasi mandiri sebelum di swab antigen.
“Sebelum dipastikan negatif Covid-19, kami imbau warga agar berdiam diri dulu di kediamannya masing-masing. Ini penting untuk memastikan agar Covid-19 ini kasusnya tidak kembali meningkat. Pencegahan penularan Covid-19 ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah maupun kepolisian saja tapi butuh peran serta seluruh masyarakat,” pungkasnya. (imam/sir)







Komentar