oleh

Pengamat Sugiyanto Apresiasi Pramono Rayakan HUT ke-62 sebagai Ajang Peluncuran ‘Jakarta Menuju Kota Global Hebat’

JAKARTA – Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto mengapresiasi Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung yang merayakan HUT-nya ke-62 secara sederhana. Perayaan potong kue yang berlangsung di Ruang Balairung, Balaikota terdapat kejutan dari aparatur sipil negara (ASN) yang menunjukkan kedekatan emosional terhadap orang nomor satu di Jakarta.

“Saya memberikan apresiasi kepada Mas Pram yang merayakan HUT-nya secara sederhana namun penuh kiamat,” kata Sugiyanto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/6). Adapun perayaan tersebut berlangsung tepat pada hari lahir Pramono tanggal 11 Juni 1963. Acara juga dihadiri Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, dalam rangka kegiatan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3PN) Angkatan XXV Tahun Anggaran 2025.

Rangkaian acara yang diinisiasi sejumlah pejabat dan staf Pemprov Jakarta berupa nyanyi lagu ulang tahun, potong kue, berdoa, dan sekadar kata sambutan. Tampak puluhan karangan bunga dikirim dari berbagai lembaga maupun masyarakat dipajang di halaman komplek gedung Balaikota Jakarta.

Perayaan sederhana itu, menurut Sugiyanto selaras dengan semangat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, yang mengarahkan transformasi Jakarta sebagai kota global. “Dalam Pasal 1 ayat 16 undang-undang tersebut, dijelaskan bahwa ‘kota global’ adalah kota yang menyelenggarakan kegiatan internasional di bidang perdagangan, investasi, bisnis, pariwisata, kebudayaan, pendidikan, kesehatan, serta menjadi lokasi kantor pusat perusahaan dan lembaga nasional, regional, maupun internasional. “Kota global juga merupakan pusat produksi produk strategis internasional yang menciptakan nilai ekonomi besar bagi kota dan sekitarnya,” sambungnya.

Pramono menargetkan Jakarta untuk masuk dalam 50 besar kota global, berdasarkan berbagai indeks internasional. “Target itu bukan sekadar retorika, tetapi merupakan tekad yang disertai strategi konkret. Langkah ini penting untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, memperkuat perekonomian, dan menyelesaikan persoalan klasik Jakarta seperti kemacetan, banjir, ketimpangan sosial, dan tata ruang yang semrawut,” tandas Sugiyanto.

Peringkat kota global umumnya ditentukan melalui indikator seperti kemudahan berbisnis, konektivitas transportasi. Selain itu, kekuatan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, kualitas layanan publik, tata kelola pemerintahan, dan ekosistem inovasi digital juga menjadi hal yang utama. Saat ini, Jakarta berada di peringkat ke-74 dalam Global City Index, dengan target ambisius untuk masuk 50 besar pada tahun 2029.

Momen ulang tahun juga menjadi ajang peluncuran misi ‘Jakarta Menuju Kota Global Hebat’ merupakan langkah yang tepat secara politik maupun psikologis. “Bukan sekadar selebrasi pribadi, melainkan menjadi tonggak sejarah dimulainya misi besar menjadikan Jakarta sebagai kota global hebat yang diperhitungkan secara internasional. Sebuah cita-cita yang sangat mungkin diwujudkan jika seluruh elemen kota bersatu dalam visi dan aksi nyata,” pungkasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *