MINGGU kedua Juli 2022, mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata] kelompok 77 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat, menyelenggarakan beberapa penyuluhan di SMP 5 Mutiara Lembang, Jawa Barat, yang berkaitan dengan Kesejahteraan Anak Perempuan. Tema ini mengikuti arahan dari pihak universitas yaitu Desa Ramah Perempuan.
Penyuluhan ini dibagi menjadi 3 sesi, yakni sesi pertama dilaksanakan pada hari Rabu (13/7/2022), lalu sesi kedua dan ketiga pada hari Jumat (15/7/2022). Sesi pertama mengangkat tema “Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan” sebagai salah satu upaya untuk mengurangi tingkat kekerasan pada perempuan. Sesi ini menjelaskan mengenai jenis-jenis kekerasan terhadap perempuan, dampak yang dialami ketika perempuan mendapat kekerasan dan terakhir segala bentuk tindakan agar tidak terjadi kekerasan terhadap perempuan.

Peserta kegiatan pada sesi ini adalah semua siswi perempuan di kelas 8 dan 9 SMP Mutiara 5 Lembang.
Penyuluhan yang kedua yaitu mengambil judul “Resiko Akibat Pernikahan Dini dan Kelahiran Pada Remaja”. Tema ini merupakan bagian dari sub tema yang mereka angkat
yaitu angka kelahiran pada remaja usia 15-19 tahun. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pernikahan dan kelahiran pada usia remaja dan
mensosialisasikan pencegahan pernikahan, hubungan seks, serta kelahiran pada usia dini.
Sasaran peserta penyuluhan ini yaitu siswa siswi kelas 9A dan 9B SMP Mutiara 5 Lembang. Alur penyuluhan dimulai dengan membahas mengenai pernikahan secara umum, tingkat pernikahan dini di Indonesia, faktor & dampak pernikahan dini, serta cara mencegah pernikahan dini bagi kalangan remaja. Pada akhir sesi penyuluhan, diberikan angket kepada siswa dan siswi. Hasil dari angket menunjukkan bahwa sebagian besar siswa siswa kelas 9A dan 9B memahami mengenai resiko akibat pernikahan dini dan kelahiran pada remaja.
Tema materi terakhir adalah “Pentingnya Menikah di atas 18 tahun”. Tema ini diangkat untuk memberikan pengetahuan bawah sangat penting untuk menikah di atas 18 tahun. Di awal sesi diisi dengan materi mengenai rencana masa depan dan transisi kehidupan.
Di sesi ini dijelaskan tentang alur kehidupan setelah lulus sekolah hingga menjadi anggota masyarakat yang sehat. Dilanjut dengan informasi mengenai umur ideal untuk menikah dan penjelasan mengapa umur tersebut dikatakan ideal untuk menikah. Materi terakhir diisi dengan materi penyebab, resiko, dan solusi pernikahan dini. Di akhir sesi ketiga ini, para siswa diajak untuk membuat rencana masa depan. Para siswa diberi selembar kertas lalu diminta untuk merancang masa depannya dan menuliskan pada selembar kertas yang diberikan.
Seluruh penyuluhan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Dimana antusias para siswa pada penyuluhan kesejahteraan pada perempuan sangat tinggi. Hal ini dilihat dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan dari para siswa. Di tengah-tengah sesi juga diisi dengan berbagai macam ice breaking agar para siswa tidak mengantuk saat penyuluhan. Tidak lupa juga dengan banyak nya hadiah yang diberikan untuk para siswa.
Dengan diberikannya penyuluhan terkait kesejahteraan anak perempuan, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pada anak perempuan. Dan semua anak terhindar dari resiko kekerasan dan pernikahan dini. Mahasiswa KKN kelompok 77 UPI juga berharap bahwa penyuluhan ini dapat memotivasi para siswa untuk meraih mimpi mereka dan menggapai masa depan dengan cemerlang. [rilis/sir]







Komentar