oleh

Kurangi Sampah di RW, Formapel: ‘Sebaiknya Sekda DKI Buat SE Biar Bersinergi’

POSKOTA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat masih setengah hati dalam menggelorakan pengurangan volume sampah. Pasalnya, bahwa project pengurangan sampah di wilayah Jakarta Pusat terkendala dengan keterbatasan lahan, Sumber Daya Manusia (SDM) dan operasional dalam melaksanakan kegiatan pemilihan sampah di lingkup RW.

Di wilayah Jakarta Pusat sendiri tercatat ada sebanyak 390 RW yang tersebar di delapan kecamatan ini masih belum maksimal dalam pelaksanaan pengelolaan Bank Sampah yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor: 147 tahun 2019 serta Peraturan Gubernur (Pergub) nomor: 77 tahun 2020 tentang pengelolaan sampah lingkup RW.

Kepala Seksi (Kasie) Penanggulangan Kebersihan Limbah B3 Sudin LH Jakarta Pusat, Risart Seristian mengatakan, di wilayah Jakarta Pusat terdapat 390 RW. Dari jumlah tersebut 50 persen sudah berjalan. “Untuk pengurangan sampah dari 390 RW di Jakarta Pusat yang sudah berjalan baru 50 persen,” ujar Risart Seristian, Rabu (25/8/2021).

Hal senada juga disampaikan, Camat Kemayoran, Asep Mulyaman. Dia mengatakan, dari jumlah 77 RW di Kecamatan Kemayoran progresnya sudah berjalan 50 persen. “Harapan kami dari target 50 persen ke 77 RW sudah berjalan,” ucapnya. Meski begitu, kata Asep untuk pencapaian prioritas tersebut, pihaknya telah melakukan pembinaan secara bertahap. “Kita lakukan pembinaan ke 77 RW agar target prioritas tersebut tercapai,” singkatnya.

Sedangkan, di wilayah Kecamatan Sawah Besar, baru ada 3 RW percontohan tentang Pengelolaan sampah lingkup RW yaitu, RW 03 Pasar Baru, RW 01 Gunung Sahari Utara dan RW 08 Karang Anyar. “Jadi Sudah 3 RW dari jumlah 49 RW di wilayah Kecamatan Sawah Besar yang sudah berjalan,” ucap Wahyudin Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) LH Kecamatan Sawah Besar.

Sementara itu, Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (Formapel) Kecamatan Kemayoran, Joko Sarjono menyatakan, untuk mensinergikan Pergub ini sebaiknya Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marullah Matali mengeluarkan surat edaran [SE] melalui Biro Pemerintahan Setda. Sehingga implementasikan dalam melaksanakan pengurangan volume sampah dilingkup RW bisa bergerak.

Dengan begitu, kata Joko mudah-mudahan dapat terlaksana pengangkutan sampah terjadwal karena menjadi bagian penting dalam Instruksi Gubernur (Ingub) nomor: 49 tahun 2021 yaitu di nomor: 15 isu tentang persampahan. “Berdasarkan Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Wali Kota Jakarta Pusat ada 3 RW percontohan di wilayah Kecamatan Kemayoran antara lain, RW 06 Kebon Kosong, RW 08 Cempaka Baru dan RW 02 Harapan Mulia. “Sebaiknya juga program 100 hari kerja Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma dapat menyentuh dan mengimplementasikan dilingkup RW. Sehingga kendala bisa diatasi,” jelas Joko. (van/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *