oleh

Kasus Positif Covid-19 di Perumahan Griya Melati Bogor Bertambah

POSKOTA.CO – Kasus Covid-19 di Perumahan Griya Melati, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, bertambah lagi sembilan kasus dari jumlah sebelumnya ada 37 kasus.

Sehingga tercatat dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, ada 46 warga di perumahan tersebut yang dinyatakan positif Covid-19.

Atas temuan kasus penambahan tersebut, Satgas Covid-19 Kota Bogor langsung mengeluarkan perintah melalui surat Nomor: 104/001-Set. yang isinya memutuskan untuk segera karantina atau isolasi bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pusdiklat BPKP Ciawi, Kabupaten Bogor.

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil penyelidikan Dinkes Kota Bogor dan rekomendasi tim Surveillance Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan upaya deteksi penyebaran varian baru Covid-19.

Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno menuturkan, hari ini ia menerima hasil swab PCR sembilan orang yang dinyatakan positif Covid-19 hasil tracing riwayat kontak erat, sehingga sementara ini ada 46 warga Perumahan Griya Melati positif Covid-19.

“Tadi pagi kami terima hasil swab PCR konfirmasi positif sebanyak satu orang. Kemudian sore ini kami kembali terima hasil swab PCR konfirmasi positif sebanyak delapan orang. Jadi ada penambahan kasus untuk sembilan orang. Dengan demikian total kasus sampai dengan hari ini menjadi 46 orang,” katanya.

Menurutnya, temuan penambahan kasus ini sangat mengkhawatirkan. Untuk itu perlu langkah-langkah yang harus segera dilakukan untuk memutus rantai penularan dan mencegah penularan yang lebih luas lagi.

Dinkes Kota Bogor, kata Sri, menyarankan agar seluruh kasus positif harus isolasi di pusat isolasi BPKP Ciawi atau rumah sakit (yang mempunyai komorbid atau bergejala sedang red). Kemudian, semua kontak erat harus karantina lima hari dan dilakukan swab antigen dan PCR. Pembatasan aktivitas warga dan menutup akses komplek serta desinfeksi rumah dan lingkungan secara rutin.

“Semua kontak erat wajib karantina lima hari tidak aktivitas dulu. Kita lakukan swab antigen hari ke-1 dan hari ke-5 untuk memastikan benar-benar negatif baru boleh aktivitas,” ujar Kadinkes. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *