POSKOTA.CO – Kasus mengecewakan pembelian kambing kurban lewat online shop butuh perhatian ekstra dari konsumen. Pasalnya, ada warga Kompleks Angkasa Pura yang batal menunaikan ibadah kurban di Masjid Baiturahim, di Jl Mokmer I RW 07 Kelurahan Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat, lantaran kambing yang dikirim pedagang berjenis kelamin betina dan sedang bunting.
Berdasar syariat Islam bahwa hewan kurban yang dipotong diutamakan berjenis kelamin jantan dan sudah dewasa. Keberadaan kambing berukuran kecil itu, membuat panitia kurban di Masjid Baiturahim merasa ragu dan membatalkan untuk menyembelih kambing berbulu putih tersebut. Maka kecewalah di pembeli niatnya berkurban di masjid dekat domisilinya tidak dapat diterima panitia.
Ketua Panitia Idul Adha Masjid Baiturahim, Tedy Pratadi membenarkan pihaknya tidak memotong kambing tersebut. “Pada kegiatan kali ini, panitia menerima sumbangan dari warga sebanyak lima ekor sapi dan sembilan kambing. Namun seekor kambing batal disembelih karena berjenis betina dan lagi bunting,” kata Tedy di Masjid Baiturahim, Minggu (10/7/2022).
Okie Sidiq, satu panitia, menambahkan bahwa berdasar syariat hewan kurban adalah jantan. “Kambing ini selain betina, kondisinya juga lagi bunting. Ukurannya juga kecil, beratnya paling cuma belasan kilogram. Ini milik Ibu Fatikah, warga Komplek Angkasa Pura. Kambing itu dibeli melalui online lalu didrop ke sini,” jelasnya.
Muri, satu panitia menambahkan Fatikah sudah komplain kepada pihak pembeli. Setelah melalui proses berbelit-belit, akhirnya disepakati kambing tersebut diganti si pedagang dengan kambing lain yang memenuhi syariat kurban. Namun mengingat keterbatasan waktu dan transportasi, maka kambing pengganti tersebut dipotong di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Akhirnya Fatikah terpaksa menuju Ciracas untuk menyaksikan hewan kurbannya disembelih. Adapun si kambing betina akan diambil lagi oleh pedagang.
Sebagaimana diketahui, kegiatan kurban di Masjid Baiturahim, memotong lima sapi dan delapan kambing. “Untuk menghindari kerumunan, kami tidak membagikan kupon kepada mustahik. Jadi, daging didrop ke RT/RW untuk disalurkan kepada warga yang berhak menerima,” jelas Tedy. (eli/sir)







Komentar