oleh

Harga Sembako Sempat Melonjak, Gubernur DKJ Pramono Tinjau Pasar Induk Kramat Jati

JAKARTA – Usai terjadi lonjakan harga sembako, Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung meninjau  Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (10/3). Sesampainya di sana Pramono bersama rombongan mengecek harga sekaligus ketersediaan barang komoditas.

“Pada awal Maret lalu, sebagaimana diketahui sejumlah harga sembako sempat terjadi kenaikan hingga sekitar sepekan lamanya. Kenaikan terjadi pada beberapa jenis sembako, seperti daging sapi, daging ayam, telur, sayur-mayur, termasuk cabe-cabean yang melonjak signifikan,” kata Pramono di Pasar Induk Kramat Jati, Jl Raya Bogor, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Alhamdulillah,  sekarang ini harga sembako sudah kembali normal, bahkan ada beberapa yang sedikit turun. Selain itu, ketersediaan sembako di Jakarta hingga pasca Lebaran dipastikan dalam kondisi siap. Jadi, masyarakat tidak perlu panik sehingga menimbun sembako di rumah yang justru bisa menimbulkan kelangkaan dan lonjakan harga,” imbau Pramono didampingi Sekda DKJ Marullah Matali, Kepala Dinas PPKUKM Elisabeth Ratu Rante Allo,  dan lainnya.

Pramono juga berdialog langsung dengan para pedagang untuk mendapatkan informasi riil mengenai kondisi pasar terkini. “Saya secara khusus datang ke Pasar Induk Kramat Jati yang merupakan pusat rantai pasok pangan utama di Jakarta. Saya sudah keliling, sudah mengecek beberapa harga dan ketersediaan. Meskipun sempat terjadi sedikit kekurangan stok pada awal Maret lalu yang menyebabkan kenaikan harga, secara keseluruhan bahan pokok, tapi  saat ini stabil,” papar Pramono.

Ia mengakui bahwa harga cabai rawit merah masih mengalami kenaikan. Sedangkan untuk harga daging segar mengalami kenaikan dan daging beku masih terpantau stabil. “Kalau lihat secara keseluruhan, maka dapat disampaikan disimpulkan bahwa yang pertama stok di pasar Kramat Jati ini lebih dari cukup untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri,” kata Pramono.

Untuk mengantisipasi permainan para spekulan, Pemprov Jakarta  mengirimkan 10 truk bahan pangan setiap harinya dalam rangka subsidi pangan di sejumlah wilayah yang mengalami kekurangan stok. “Operasi Pasar (OP) tersebut rencananya akan dilakukan di 296 titik. Mulai hari  ini, setiap hari kita memberangkatkan 10 truk untuk melakukan subsidi ke wilayah yang terindikasi  mulai kekurangan stok,” ungkapnya.

Pramono juga meminta Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan agar lebih proaktif melihat situasi lapangan. “Jangan sampai kecolongan dan   segera mengatasi jika terjadi kelangkaan pasokan pangan.  Pemprov Jakarta akan terus melakukan monitoring stok dan harga pangan di Jakarta,” tegasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *