JAKARTA – Program pembelajaran Al-Quran bagi penyandang disabilitas mendapat apresiasi dari Biro Pendidikan dan Mental Spritual (Dikmental) DKI Jakarta. Pasalnya, pembinaan keagamaan secara gratis yang dilakukan oleh Lembaga Bahasa dan Ilmu Al-Qur’an (LBIQ) DKI Jakarta sangat bermanfaat bagi warga yang memiliki keterbatasan fisik.
Program pembelajaran yang rutin dilakukan LBIQ selalu mendapat respon dari masyarakat sehingga panitia kadang kewalahan melayani peserta didik yang melebihi kuota. Lembaga tersebut terpaksa membatasi tiap kegiatan sebanyak 50 orang. Sebagaimana kegiatan pembelajaran tahun ini dibatasi sebanyak 50 peserta terdiri dari 25 penyandang tunanetra untuk angkatan kedua dan 25 penyandang tunarungu pada angkatan pertama.
Kepala Sub Bagian Pembinaan Kelembagaan Mental Spiritual Biro Dikmental DKI Jakarta, Mukhlis mengatakan, pemerintah hadir untuk memastikan pemenuhan layanan pada semua bidang, termasuk keagamaan khususnya pada akses pembelajaran dan pendalaman Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas. “Kami menyambut baik program Pembelajaran Al Quran bagi penyandang disabilitas yang merupakan tindak lanjut dari harapan Komnas HAM sebagai bentuk perhatian pemerintah di bidang mental spiritual,” ujarnya, Selasa (16/7).
Mukhlis menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menyediakan pembelajaran Al-Quran yang inklusif, berkualitas, dan pemenuhan kesamaan kesempatan terhadap penyandang disabilitas dalam segala aspek termasuk hak pendidikan keagamaan.
Ketua LBIQ DKI Jakarta Supli Ali menambahkan, setiap orang tanpa memandang kondisi fisik berhak mendapatkan pendidikan Al-Quran. “Penyandang disabilitas tidak boleh merasa terpinggirkan atau terabaikan dalam proses pembelajaran agama. Justru kami berupaya memberikan prioritas,” ungkapnya.
Menurutnya setiap individu memiliki potensi yang unik untuk memahami dan mengamalkan ajaran Al-Quran. “Untuk itu, LBIQ DKI Jakarta menggelar program pembelajaran Al-Quran bagi penyandang disabilitas dalam rangka memberikan kesempatan belajar dan berkembang yang sama,” paparnya. Program pembelajaran Al-Quran untuk disabilitas tahun 2024 akan dilaksanakan sebanyak 12 kali pertemuan atau selama tiga bulan ke depan.
“Waktu pembelajaran bagi penyandang tunanetra digelar pada hari Kamis pukul 10.00-12.00 WIB dan hari Jumat pukul 13.30-15.30 WIB untuk tunarungu. Kami ucapkan selamat belajar,” pungkasnya. (jo)







Komentar