POSKOTA. CO – Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor meluncurkan pelatihan Keterampilan Akan Membawa Nilai (Kawani) bagi pelaku UMKM.
Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan Kawani bertujuan untuk pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Adapun dalam pelaksanaannya, Pemkot Bogor menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bogor sebagai pembina.
Sementara DPRD Kota Bogor mendukung keberadaan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di Kota Bogor agar eksis dan maju terutama pada pandemi COVID-19.
Bukti dukungan wakil rakyat ini melalui keberpihakan pada kebijakan dan anggaran. Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata mengatakan, pada pandemi COVID-19 banyak sektor usaha yang terdampak sehingga usahanya menjadi menurun.
Menurut wakil rakyat asal PDI Perjuangan ini, ada empat sektor usaha yang bisa disebut tetap stabil yakni kesehatan, pendidikan, telekomunikasi, serta UMKM.
Untuk sektor UMKM, Pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UKM turut memperhatikan pelaku UMKM dengan memberikan insentif dan kemudahan. “Bantuan ini diberikan agar pelaku UMKM dapat tetap eksis dan bahkan bisa maju,” katanya.
Dadang menjelaskan, DPRD Kota Bogor mendukung keberadaan UMKM melalui keberpihakan pada kebijakan dan anggaran. Keberpihakan pada kebijakan di antaranya, adalah DPRD Kota Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor melahirkan Peraturan Daerah tentang Koperasi dan UMKM.
Sedangkan, keberpihakan pada anggaran, DPRD berkontibusi memperjuangkan anggaran untuk UMKM pada pembahasan Rancangan Pertauran Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Raperda APBD).
Menurut dia, pembahasan Raperda APBD dibahas bersama oleh Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPBD), yakni membahas rencana anggaran untuk tahun anggaran berikutnya atau rencana anggaran untuk perubahan APBD. “Pada pembahasan tersebut, termasuk alokasi anggaran untuk Koperasi dan UMKM,” katanya.
Dadang yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor ini melihat, pelaku UMKM, khususnya di Kota Bogor, sebagian besar menghadapi persoalan modal dan kendala pemasaran.
“Adanya dua persoalan tersebut, membuat pelaku UMKM sulit naik kelas,” ujarnya sambil menambahkan, dirinya menyambut baik program Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Koperasi dan UKM serta dinas terkait lainnya yang memberikan bantuan dan kemudahan bagi pelaku UMKM.
Program dari dinas terkait di Pemerintah Kota Bogor kepada UMKM, seperti bantuan perizinan usaha, pelatihan keterampilan, bantuan kemudahan modal, serta dukungan pemasaran.
Hal ini dapat membantu pelaku UMKM untuk tetetap eksis dan berkembang. Ia juga berharap, adanya sistem yang membuat UMKM dapat tertata dan bekerja dengan baik sehingga maju yang muaranya dapat menciptakan lapangan kerja.
Ketua Paguyuban UMKM Kota Bogor, Kushermayanti, mengatakan, Paguyuban UMKM Kota Bogor terus berusaha mendorong anggotanya untuk tetap eksis dan mandiri pada pandemi COVID-19 saat ini.
Sementara Jabriq, salah satu pelaku pemasaran UMKM jenis sabun cuci dan karbol mengatakan, dari hasil UMKM yang ia pasarkan, bisa memberinya sedikit pemasukan guna menutupi kebutuhan keluarga.
Jabriq yang juga Satpam di Perumahan Indraprasta II ini menjual produk UMKM nya dengan berkekiling komplek menggunakan sepeda motor.
“Saat saya jaga dan berkeliling pantau situasi komplek, saya juga pasarkan produk hasil UMKM. Harganya sangat kompetitif. Hampir semua penghuni komplek beli. Ada yang beli 3 botol. Ada yang 2 botol. Lumayan untuk bisa menambah uang dapur,” kata Jabriq. (yopi)







Komentar