JAKARTA – Organisasi umat islami Alkhairaat siap menggelar silaturahmi nasional (Silatnas) Jelang Satu Abad yang dijadwalkan berlokasi di Hotel Sahid, Jakarta Selatan pada 30 November. Kegiatan yang bertema ‘Guru Tua Memanggil’, akan memberikan kontribusi kepada pbangsa dan negara tentang keislaman.
Alkhairaat merupakan organisasi kemasyarakatan Islam yang berdiri pada 14 Muharram 1349 Hijriah atau 1930 Masehi. Sejak awal berdiri hampir satu abad lalu, Alkhairaat selalu konsisten bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, serta berperan penting dalam membangun kehidupan masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur, Sulawesi Tengah (Kota Palu).
Berakar kuat pada tradisi ke-Islaman dan kebudayaan Nusantara, Alkhairaat terus bertransformasi menjadi salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia Timur. “Alkhairaat memposisikan diri sebagai episentrum harmoni kawasan Timur Indonesia, dengan mengedepankan dakwah yang menghargai adat istiadat, menjaga kelestarian lingkungan, serta menjunjung tinggi keberagaman,” ujar Ketua Panitia Silatnas Syamsudin M Pay, SAG, MSi kepada wartawan di kantornya kawasan Pengadegan Timur II, Jakarta Selatan, Jumat (30/10).
Sebagai aset bangsa, Alkhairaat turut meringankan tanggung jawab negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui ribuan lembaga pendidikan yang didirikan secara mandiri. Lembaga tersebut meliputi madrasah, sekolah, pesantren, hingga universitas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia Timur dan Tengah.
Tema umum satu abad Alkhairaat, ‘Guru Tua Memanggil’, menjadi seruan spiritual, kultural dan sekaligus organisasional bagi seluruh keluarga besar Alkhairaat. “Tema tersebut mengandung empat makna utama yang menjadi landasan dalam memperkuat keberlanjutan misi organisasi memasuki abad kedua,” jelas Syamsudin.
Pertama, panggilan khidmah dan tanggung jawab. Seruan ini mengajak seluruh keluarga besar Alkhairaat untuk meningkatkan kesadaran dalam memberikan kontribusi nyata, baik melalui pemikiran, tenaga, keahlian, maupun materi, demi kemajuan dan perjuangan Alkhairaat.
Kedua, panggilan persatuan dan konsolidasi akbar. Alkhairaat mendorong penyatuan kembali potensi besar sekitar 20 juta jamaah dan simpatisan yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara, mencakup 28 provinsi, di bawah satu komando Pengurus Besar (PB) Alkhairaat. Konsolidasi ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas, menyatukan langkah, serta meningkatkan kontribusi organisasi bagi masyarakat.
Ketiga, panggilan reaktualisasi nilai akhlak dan ilmu. Warisan dakwah Guru Tua yang damai, toleran, dan mencerdaskan perlu terus diaktualisasikan dalam menghadapi perkembangan zaman. Penguatan akhlak keislaman harus berjalan beriringan dengan penerimaan terhadap kemajuan, tanpa kehilangan identitas, orisinalitas, dan tradisi kepesantrenan yang menjadi fondasi Alkhairaat.
Keempat, panggilan pengabdian untuk bangsa dan negara. Alkhairaat diharapkan terus berada di garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), membina jiwa kebangsaan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa melalui pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial.
Ketua Umum PB Al Khairaat, DR HS Mohsen Alyidrus menambahkan bahwa Silatnas Alkhairaat diarahkan untuk meneguhkan eksistensi organisasi sebagai perekat sosial dan penjaga harmoni di kawasan Timur Indonesia. “Alkhairaat berupaya memperkuat persaudaraan Islam, merawat keberagaman suku serta mendorong pelestarian lingkungan hidup dan ekologi,” ujarnya.
Silatnas juga menjadi momentum untuk menyuarakan kembali jiwa kebangsaan dan menegaskan peran historis Alkhairaat dalam membina nasionalisme religius di tengah masyarakat. Selanjutnya dijabarkan bahwa nilai-nilai akhlak Islami yang diajarkan Alkhairaat, diharapkan terus tumbuh dan menyatu secara harmonis dengan kebudayaan Nusantara, sehingga agama dan kebangsaan dapat berjalan beriringan.
Dalam konteks penghargaan terhadap jasa pendiri, Alkhairaat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat persatuan, menjaga harmoni sosial, mengembangkan pendidikan, serta merawat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Memasuki abad kedua perjuangannya, Alkhairaat diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan khidmah bagi umat, masyarakat, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (jo)







Komentar