JAKARTA – Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, berbagai indikator pembangunan menunjukkan kemajuan signifikan, baik dalam pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan rakyat, pelaksanaan program strategis nasional, maupun penguatan stabilitas nasional. Hal itu disampaikan Oleh Kamrussamad, Juru Bicara Partai Gerindra dalam acara Debat Terbuka: ‘2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran’ Menakar Capaian, Tantangan, dan Arah Kebijakan Pemerintahan yang digelar pada Selasa (20/10/2026).
Menurut Kamrussamad, beberapa capaian penting tersebut tercermin dalam sembilan poin berikut. Pertama, pertumbuhan ekonomi semakin kuat. “Pada Semester I 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45%, tertinggi dalam 13 tahun terakhir dan termasuk salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G20 dan ASEAN,” katanya.
Kedua, kesejahteraan rakyat terus meningkat. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga mencapai 8,07% pada Maret 2026, mencatatkan angka terendah sepanjang sejarah pencatatan statistik kemiskinan nasional.
Ketiga, kondisi ketenagakerjaan semakin membaik. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,65% pada Mei 2026, sekaligus mencatatkan level terendah dalam 32 tahun terakhir.
Keempatl, kinerja investasi tumbuh solid. Realisasi investasi hingga Triwulan III 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun, meningkat 7,3% secara tahunan (yoy), dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia mencapai 2,19 juta orang.
Kelima, program strategis pemerintah terus menunjukkan kemajuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hingga September 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 57 juta penerima manfaat; pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mencapai 26.569 unit; pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mencakup 1.090 lokasi; serta Sekolah Rakyat telah beroperasi di 182 lokasi dengan lebih dari 44.000 siswa.
Keenam, pengelolaan keuangan negara tetap prudent, kredibel, dan berkelanjutan. Defisit APBN hingga September 2026 terkendali pada level 1,24% terhadap PDB, sementara rasio utang pemerintah terhadap PDB per Juni 2026 tercatat sebesar 41,26%. Kedua indikator tersebut masih berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara.
Ketujuh, transformasi BUMN menunjukkan perkembangan positif. Laba bersih BUMN pada 2025 mencapai sekitar Rp325 triliun, meningkat 75% dibandingkan 2024. Pada 2026, laba BUMN diproyeksikan mencapai Rp360 triliun atau tumbuh sekitar 10,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kedelapan, stabilitas nasional terus terjaga. Kehidupan berbangsa dan bernegara berlangsung relatif harmonis, aman, dan damai, didukung oleh upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas politik, memperkuat sinergi pusat dan daerah, mendorong reformasi hukum, serta meningkatkan kapasitas pertahanan dan keamanan negara sebagai fondasi pembangunan nasional.
Kesembilan, pemerintah terus berupaya menjawab berbagai tantangan nasional. Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kelancaran distribusi BBM, serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian pemerintah guna menjaga stabilitas nasional, memperkuat kepercayaan pasar, dan memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan rakyat.
Berbagai capaian tersebut kata Kamrussamad, merupakan bagian dari proses transformasi nasional yang terus dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Di tengah dinamika dan tantangan global, pemerintah tetap berkomitmen memperkuat fondasi ekonomi nasional, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya. (in)







Komentar