oleh

Anggaran Diduga tidak Jelas, Proyek Pemagaran SDN 1 Cimahi Dipertanyakan

KUNINGAN – Proyek pemagaran halaman depan SDN 1 Cimahi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang sedang berjalan saat ini diduga menggunakan sumber anggaran tidak jelas. Hal tersebut ditengarai, salah satunya, kegiatan dimaksud tidak dilengkapi papan informasi publik (plang proyek). Padahal pekerjaan, terinformasi sudah berjalan belasan hari.

Ketika dikonfirmasi POSKOTAONLINE.COM melalui sambungan WhatsApp (WA), Selasa (29/9/2026), Plt Kepala SDN 1 Cimahi Dedi menyatakan, sampai hari ini pihaknya masih belum mengetahui dari mana sumber anggaran kegiatan tersebut berasal. “Kami betul-betul tidak mengetahui proyek pemagaran pada sekolah ini bersumber dari mana anggaranya,” ucap Dedi.

Menurutnya, pihak sekolah sendiri merasa sangat kebingungan, ketika ada warga setempat atau kalangan sosial kontrol yang menanyakan tentang proyek pemagaran ini. “Saya pernah mencoba bertanya kepada mandor pekerja, namun tidak juga memperoleh keterangan yang jelas,” ungkap Plt Kepala SDN 1 Cimahi.

Hal senada dikemukakan Kepala Desa Cimahi Supriatna, S.Pd., M.M.Pd. Dirinya menjelaskan, beberapa hal yang diketahui terkait pembangunan pagar SDN 1 Cimahi.

Menurut Kades Cimahi ini, beberapa waktu lalu ada kunjungan kerja Wakil Bupati (Wabup) Kuningan ke desanya. “Saat itu didampingi Bu Dewan (Hj. Desi-red), Ibu Wakil Bupati melihat kondisi pagar halaman SDN 1 Cimahi yang sudah doyong membahayakan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, lanjut Supriatna, pihaknya secara spontan menyampaikan permohonan kepada Wakil Bupati agar pagar halaman sekolah mendapatkan bantuan untuk perbaikan. “Kemudian selang beberapa waktu, terinformasi pihak sekolah kedatangan konsultan melakukan pengukuran terhadap pagar dan tidak lama setelah itu dilakukan pekerjaan pemagaran,” ujarnya.

Disebutkan Kades Cimahi, sampai pekerjaan pemagaran sekarang sedang berjalan, dirinya juga mengakui tidak mengetahui proyek tersebut menggunakan sumber anggaran dari mana. “Pihak sekolah juga sepertinya belum paham (soal sumber anggaran-red) proyek pemagaran itu,” tulisannya kepada POSKOTAONLINE.COM.

Terpisah, seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak disebut, menyampaikan rasa heran dengan tidak jelasnya kegiatan pemagaran pada sekolah dimaksud. “Papan informasi publik (plang proyek) tidak terpasang, kemudian kepala sekolah dan kepala desa tidak tahu proyek itu anggaran darimana, lah terus ini proyek siapa ?” tanyanya menyoal.

Sehubungan itu, dirinya meminta proyek yang sudah berjalan belasan hari tanpa kejelasan tersebut, dapat diselidiki pihak aparat penegak hukum, baik oleh Unit Tipikor Polres Kuningan atau pihak Kejaksaan Negeri Kuningan. “Jangan sampai proyek ini ada pihak yang sengaja menutup-nutupi informasi ke publik untuk memetik keuntungan pribadi,” singgungnya mengingatkan. (*/cep)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *