oleh

ASN Pemkot Bogor Jatuh ke Sungai Cisadane, Tinggal Motor Diatas Jembatan

BOGOR — Seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor dilaporkan hilang dan diduga jatuh ke Sungai Cisadane, wilayah perbatasan Kelurahan Cipaku dan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan.

ASN tersebut diketahui bernama Bayu Zulkarnaen (36), yang sehari-hari bertugas sebagai staf pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor.

Bayu diduga terjatuh ke sungai sebelum kemudian terbawa arus. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya sejumlah barang milik korban di sekitar lokasi kejadian.

Sepeda motor korban ditemukan berada di atas jembatan. Sementara itu, tas dan helm milik korban dilaporkan ditemukan di permukaan air.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, dan Damkar kemudian melakukan pencarian terhadap korban.

Hingga pencarian memasuki hari kedua, petugas masih menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran Sungai Cisadane.

Informasi mengenai kejadian tersebut juga beredar melalui tayangan video di media sosial.

Dalam video yang viral, terlihat sepeda motor yang diduga milik korban ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan korban dengan melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik awal korban jatuh dan terbawa arus.

“Pulang kerja. Kebetulan pegawai ASN Pemkot Bogor di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Diduga korban terjatuh saat melewati jembatan curam lokasi yang kerap dia lintasi sehari-hari.

“Ya, kalau kronologinya ini kan kalau dilihat kan memang jembatan jalur motor ya, memang turunannya ini agak cukup curam. Posisinya cuma kan sehari-hari memang beliau pulang perginya memang melalui jalur jembatan ini,” ujar Tiko.

Tiko mengatakan, dugaan terjatuhnya korban tersebut, diperkuat karena motor korban masih berada di atas jembatan.

Sementara tas korban berada di muka air.

“Kalau secara kejadian pastinya, tidak ada yang melihat ya. Tapi yang pasti motornya ditemukan di atas, terus helm dan tasnya itu ada di muka air sekitar 100 meter dari dugaan titik jatuh,” ucapnya.

Tiko mengatakan, proses pencarian masih dilakukan di hari kedua hari ini. Sebanyak 70 personel dikerahkan dari unsur BPBD, Basarnas, Polisi, Damkar, Tagana juga masyarakat dalam pencarian korban.

“Sedang dilakukan proses penyelamatan oleh tim selam gabungan. Ada dari Damkar, ada dari Basarnas, ada dari BPBD. Terus yang kedua dibagi juga menjadi tim sisir darat. Ada tim sisir darat mengecek jari yang sudah dipasang dan kebetulan radius sekitar 100 sampai dengan 200 meter itu masih ada jaring alam,” tutupnya. (yd/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *