JAKARTA – Pedagang di pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, meminta Perumda Pasar Jaya untuk segera melanjutkan revitalisasi pasar. Mereka yang berjualan di los C dan H ini mengaku kondisi bangunan yang ada sudah kurang layak dan didepan pintu masuk toko dipenuhi pedagang kaki lima (PKL).
Khairul pedagang di los C pasar Induk Kramat Jati yang meminta penataan dan revitalisasi pasar Induk Kramat Jati segera dilanjutkan. Pasalnya bangunan di tempatnya berjualan kondisinya sudah kurang layak karena sudah berusia puluhan tahun.
“Kami juga kepingin tempat jualan kami diperbaiki dan menjadi menjadi layak seperti di los buah dan sayur yang kini terlihat bagus. Karena kalau bagus kan pasti banyak pembeli yang datang,” kata H. Khairul, Jumat (2/5).
Dikatakan pedagang cabai ini, selain gedungnya yang sudah tak sedap dipandang hampir sebagian besar teralis toko juga berdebu. Apalagi ada beberapa toko yang tak berpenghuni sehingga menambah jelek pemandangan.
“Kalau kotor dan sudah tak layak seperti ini mana ada pembeli yang datang. Makanya sekarang kita cuma berharap langganan saja, kalau di luar dari itu nggak bakal ada yang mau masuk ke los C,” ujar Khairul.
Sementara itu, H. Riki pedagang lainnya juga mengeluhkan kondisi gedung di los H yang masih satu atap dengan los C. Selain kondisi bangunan yang kurang layak, banyaknya PKL di sepanjang pintu masuk juga membuat dagangannya sepi.
“Pembeli nggak ada yang mau masuk, karena memang PKL bebas berjualan didepan pintu masuk. Kami berharap selain gedungnya diperbaiki, PKL yang ada juga ditertibkan,” ungkap Riki.
Menurut Riki, keberadaan PKL itu sudah memenuhi pintu masuk sejak puluhan tahun lalu dan jumlahnya mencapai ratusan pedagang. Mereka bebas berjualan dan tidak bisa ditertibkan karena diduga dibekingi oleh oknum ormas.
“Mereka bisa berjualan karena bayar jutaan ke ormas, karena sudah puluhan tahun jadi sulit untuk ditertibkan. Makanya kami berharap revitalisasi dan penataan segera dilanjutkan, dan ketika sudah rapi pasti akan lebih banyak lagi pembeli yang datang,” ungkapnya.
Terkait hal itu, Manager Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun mengatakan, revitalisasi dan penataan untuk los C-1 memang sudah menjadi program lanjutannya. Di mana saat ini sosialisasi juga sudah mulai dilakukan kepada para pedagang.
“Saat ini masih tahap sosialisasi dan mematangkan konsep, setelah itu dilakukan eksekusi, intinya di tahun ini revitalisasi akan dilakukan untuk menjadikan pasar induk semakin baik,” kata Agus.
Selain itu, sambung Agus Lamun, PKL yang ada di pintu-pintu masuk juga menjadi target penataan dan akan segera ditertibkan. Bahkan, penertiban sebelumnya sudah dilakukan di sisi kiri los sayur mayur dan terus bergerak ke tempat lain.
“Dalam waktu dekat penertiban dibagian tengah pasar juga akan dilakukan. Dan selanjutnya, PKL yang ada di los C dan H juga akan ditertibkan sekaligus proses revitalisasi,” tukasnya. (Ifand/fs)







Komentar