POSKOTA. CO – Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Zebaoth Bogor menyambut hari kemerdekaan ke 78 tahun 2023 dengan berbagai kegiatan yang diikuti oleh jemaat.
Acara diawali dengan upacara bendera, lalu ibadah dan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan seru.
Panitia juga menyiapkan nasi tumpeng dan makan siang bagi semua peserta upacara. Kehadiran anak-anak PAUD Tunas Harapan Zebaoth semakin meriahkan acara.
Ketua Panitia HUT RI GPIB Zebaoth Bogor, Susan mengatakan, menyemarakan HUT ke-78 RI, panitia menyajikan lomba joget Maumere. Sementara untuk kategori anak-anak PAUD akan memainkan alat musik angklung.
Menurut Susan, peringatan ulang tahun kemerdekaan tahun ini dilakukan dengan sederhana, namun tak mengurangi makna sukacita tersebut.
“Bagi semua peserta, kami panitia siapkan hadiah berupa uang tunai untuk juara 1,2 dan 3. Upacara dan ibadah serta lomba ini, kami persembahan bagi kemerdekaan bangsa Indonesia,” tutur Susan.
Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Zebaoth Bogor, Pendeta Margie Ririhena de-Wanna, Dth, Pendeta Jery Tupamahu Sth serta beberapa Pendeta lain dan seluruh Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) dan majelis Zebaoth yang hadir langsung kegiatan ini, mengaku sangat sukacita.
“Kegiatan yang di susun panitia sangat bermanfaat bagi masyarakat warga gereja,” kata Pendeta Margie.
Pendeta Margie dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sebagai bagian dari upaya gereja menghargai kemerdekaan RI sekaligus mempererat tali silaturahmi di antara semua warga jemaat yang tersebar di 31 sektor pelayanan.
Menurut Pendeta Margie, gereja bukanlah penumpang gelap di negeri ini. Akan tetapi gereja punya andil yang sangat besar dalam perjuangan memerdekakan bangsa Indonesia.
Dalam konteks panggilan sosial ekologi, Pendeta Margie menegaskan, gereja-gereja di Indonesia masih kerap menghadapi ketidakadilan, kemiskinan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, pelanggaran HAM, korupsi, politik transaksional, politik idenritas, fundamentalisme agama dan kerusakan ekologis.
“Gereja bukan penumpang gelap di negeri ini. Gereja berperan aktif bersama seluruh komponen masyarakat dalam membagun dan merawat persatuan bangsa ini. Matius 5:16 mengatakan, demikianlah hendaknya terangmu bercahaya didepan orang supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan bapakmu di sorga,”demikian kata Pendeta lulusan S3 Theologia ini dihadapan ratusan jemaat yang hadir.
Diakhir pidatonya, Pendeta Margie meminta, agar kerjasama dalam membangun bangsa ini tetap dipertahankan.
Perbedaan jangan dijadikan penghalang untuk bersatu. Persatuan itu kekuatan yang maha dahsyat dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.
Pendeta Jery Tupamahu dalam khotbah 17 Agustus-an menegaskan, pentingnya persatuan diantara sesama anak bangsa.
Mengutip Alkitab dari Efesus 5:28-33, Pendeta Jery menegaskan, kemerdekaan adalah anugerah Tuhan.
Terus melaju untuk Indonesia maju, harus direspon anak-anak Tuhan dengan baik dalam menyongsong Indonesia emas di masa yang akan datang.
Proses perjalanan bangsa Indonesia yang terus mengalami kemajuan, dalam kepemimpinan disetiap level, maka kita harus mengacu kepada kepemimpinan Yesus yang berlandaskan kasih yang mengutamakan persamaan hak.
“Harga pergorbanan harus dibayar. Mari kita memelihara dan merawat kemerdekaan kita di usia ke 78 ini,” kata Pendeta Jery dalam Khotbahnya Kamis 17 Agustus 2023.
“Budaya Indonesia harus dipertahankan. Kristen adalah agama yang diakui negara yang sudah ada sejak lama. Perjalanan jemaat Kristen di kupas secara gamblang oleh bapak Pendeta. Orang Kristen jangan hanya memikirkan diri sendiri, karena hakekatnya gereja adalah persekutuan. Pola kehidupan yang berdasar kasih, harus terus diterapkan. Kasihi sesama dan hiduplah sebagai suatu bangsa yang damai,” tegasnya lagi. (yopi)







Komentar