oleh

Rawat Inap Satu Minggu Ditanggung Penuh BPJS Kesehatan?

POSKOTA.CO-Aktif dalam kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Hanafy (27) yang memiliki kesibukkan sebagai pengemudi ojek online tidak merogoh kocek satu rupiahpun ketika harus melakukan rawat inap selama satu minggu di rumah sakit.

Penyakit tifus yang dideritanya ini menyebabkan dirinya harus menjalankan perawatan intensif di rumah sakit demi kesembuhannya dengan proses rawat inap. Hanafy merasakan manfaat sebagai peserta JKN secara langsung, mulai dari kemudahan hingga keringanan dalam proses administrasi di rumah sakit tempatnya melakukan pengobatan rawat inap.

Seperti yang disampaikannya kepada Tim Jamkesnews saat disambangi di loket antrean Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat, ia yang sedang mendaftarkan anaknya yang baru saja lahir agar dapat segera aktif dalam kepesertaan JKN menceritakan bagaimana Program JKN ini menjadi sangat membantunya.

Mulai dari penyakit ringan hingga penyakit yang cukup berat yang pernah dialaminya, ia lalui dengan berobat menggunakan Kartu BPJS Kesehatan. Semua pengobatan serta resep-resep yang diberikan selama proses rawat inap juga ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan.

“Saya cukup lama pada waktu itu menjalankan rawat inap dan full ditanggung semua oleh BPJS Kesehatan. Saya sangat syukuri kepesertaan yang sejak awal Saya daftarkan untuk saya dan keluarga telah memberikan manfaat bagi pesertanya. Ditambah, saya masih harus menanggung jaminan kesehatan orang tua saya. Tetapi, karena keterbatasan pemasukkan membuat saya dan keluarga terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Saya juga merasa beruntung, karena peserta PBI di rumah sakit ini mendapatkan pelayanan yang sama seperti kelas–kelas lainnya,” katanya.

Hanafy mengatakan, pegawai BPJS Kesehatan yang melayani pengaduan peserta di rumah sakit juga mengarahkan dengan jelas setiap kebutuhan pasien yang ditanyakan. Menurutnya, rumah sakit yang telah terintegerasi dengan BPJS Kesehatan ini melayani dengan sepenuh hati, sejak pasien tiba hingga selama proses pengobatan berlangsung.

Sarana dan prasarana yang tersedia juga cukup lengkap, sehingga para pasien yang berobat merasa nyaman dan tenang dengan ketersediaan alat-alat Kesehatan yang diperlukan demi kesembuhan para pasien.

“Saya juga pernah membawa saudara saya yang jatuh sakit dan mengidap penyakit asma untuk berobat. Hasil indikasi medis yang ada, nyatanya saudara saya ini memiliki kelenjar di bagian paru-paru, sehingga memerlukan perawatan yang cukup intensif walaupun dengan proses rawat jalan. Disamping itu, tidak sedikit juga obat-obatan yang perlu dikonsumsinya. Saudara saya sebagai peserta JKN tentu mendapatkan tanggungan penuh dari BPJS Kesehatan.” ujarnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *