POSKOTA.CO – Proyek penataan trotoar lebar 4 meter di Jl. Raya Margonda persisnya di sekitar SDN Pondok Cina 1, Kel. Pondok Cina, Beji, Kota Depok menjadi viral dimedia sosial akibat pemborong atau pekerja tidak memberikan tangga atau jalan masuk yang memadai bagi anak atau siswa dan siswi SDN Pondok Cina 1 maupun orang tua murid yang mengantar atau menjemput.
“Parah nih memang Kota Depok. Baik Pemkot Depok maupun pemborong sama sekali tidak punya hati. Trotoar dan jalan masuk persis di pintu gerbang terlalu tinggi dengan jalan halaman sekolah terpaksa harus membuat tangga darurat pakai kursi sekolah dan tumpukan batu,” kata Ny. Nenden, warga Pondok Cina. Beji, Rabu (9/11).
Awalnya tidak percaya saat melihat di media sosial istagram@depok24 jam namun saat melihat sendiri ke lokasi kaget dan tidak habis pikir dengan kondisi tersebut.
“Soalnya tempat lain dipinggir Jl. Raya Margonda dibuatkan jalan masuk,” ujarnya kalaupun ada rencana Pemkot Depok terhadap gedung SDN Pondok Cina 1 seharusnya tetap dibuatkan tangga darurat sehingga tidak muncul keluhan dan protes orang tua murid.
Sementara itu, Kepala DPUPR, Citra Indah Yulianty, mengatakan masalah tingginya trotoar baru Jl. Raya Margonda persis dipintu masuk SDN Pondok Cina 1 kemungkinan besar ada rencana ruislagh gedung SDN tersebut karena jumlah murid semakin sedikit. “Jadi tidak dibuatkan tangga turun menuju halaman sekolah tersebut,” tuturnya.
Sedangkan, Sekretaris Dinas Pendidikan Depok, Sutarno dalam suratnya tangggal 4 Nopember 2022 menjelaskan bahwa menindak lanjuti Surat Wali Kota No. 593/281-BKD tentang pengalihan fungsi lahan UPTD SDN Pondok Cina 1 hendaknya melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar secara daring mulai tanggal 7 hingga 11 Nopember 2022.
Kemudian pelaksanaan belajar tatap muka mulai 14 Nopember 2022 dengan lokasi belajar untuk kelas 1,2 dan 6 murid SDN Pondok Cina 1 belajar di SDN Pondok Cina 5 dan kelas 3,4 dan 5 di SDN Pondok Cina 3 dengan pembagian waktu yang telah disesuaikan. (anton)







Komentar