POSKOTA.CO – Hasil survei yang dilakukan Setara Institute terkait Kota Depok mendapat nilai skor paling rendah kegiatan toleransi hasil laporan Indeks Kota Toleransi (IKT) tahun 2021 mandapatkan tanggapan serius pemimpin Kota Depok.
“Bertahun-tahun nggak ada (intoleran), semuanya toleran di Kota Depok. Saya berharap semuanya tidak menjadikan ini sebuah patokan bahwa Depok tidak toleran. Kita hidup rukun-rukun saja,” tepis Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono, Selasa (5/4/2022).
Kegiatan survei memang menjadi setiap lembaga yang ada, ujar Imam, tapi untuk masalah yang satu ini terkait kerukunan umat beragama tentunya survei resmi dari pemerintah yakni Kementerian Agama (Kemenag) namun sampai saat ini baru sampai di tingkat provinsi saja belum termasuk kabupaten dan kota. “Lembaga resmi yaitu Kemenag saja tidak bisa buat sampai kota dan kabupaten, baru tingkat provinsi. Ini apalagi (kurang-lebih) 90 kota/kabupaten dikerjakan sama tiga orang. Mereka menggunakan data sekunder sepertinya, tidak data primer,” tuturnya.
Menurut Imam, meski survei bisa dilakukan siapa saja diharapkan tentu tujuannya memperkuat kerukunan bukan justru menjatuhkan suatu daerah atau membuat gelisah agar dapat dicarikan jalan solusi terhadap persoalan tersebut. “Jika yang melakukan survai dari lembaga tidak resmi terus membuat indikator yang menyudutkan suatu daerah, menurut saya tidak baik. Apalagi kalau hasilnya dipergunakan untuk mengadu domba, membuat gelisah masyarakat,” katanya seraya menambahkan, intinya hasil survei dari temuan tersebut bukan menjadi alasan menjelek-jelekkan sebuah kota, namun menjadi jalan keluar mengatasi masalah tersebut.
Untuk diketahui, dari hasil survei laporan IKT tahun 2021 versi Setara Institute di 94 kota dan kabupaten terkait toleransi dan intoleransi dan Kota Depok ternyata kota paling tidak toleran atau menduduki urutan teratas dan Kota Banda Aceh menduduki urutan 93. (*/anton)







Komentar