oleh

Simulasi PTMT, Wali Kota Depok Ingatkan Para Guru Tetap Utamakan Prokes

POSKOTA.CO – Wali Kota Depok Mohammad Idris mengingatkan kepada seluruh guru atau staf pengajar untuk tetap menjaga jarak di masa pandemi Covid-19 walaupun trennya belakangan menurun, namun protokol kesehatan (prokes) harus diutamakan khususnya menjelang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

“Bukan hanya para staf pengajar dan guru, namun orang tua berserta seluruh pelajaran juga terus diingatkan agar tetap melaksanakan prokes yang telah ditetapkan pemerintah antisipasi penyebaran Covid-19 atau klaster baru Covid-19, ” harap Wali Kota Depok Mohammad Idris, didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Depok Wijayanto, saat mengecek langsung kegiatan simulasi PTMT di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Selasa (28/9/2021).

Terkait masalah prokes terhadap staf pengajar atau guru tentunya sangat penting, karena mereka yang akan langsung berhadapan dengan anak-anak atau siswa di ruang kelas saat memberikan mata pelajaran walaupun masih sebatas simulasi maupun uji coba nantinya yang akan dilaksanakan pada 4 Oktober 2021 mendatang.

Menurut Idris, paling tidak berkumpul sesama guru dan lainnya bahkan makan sepiring atau minum dari satu gelas berdua untuk dihindari terlebih dulu sementara. “Di masa Covid-19 ini tetap harus hati-hati. Jangan karena solidaritas akhirnya minum satu gelas, makan satu piring, tolong ini dihindari dulu sementara,” tambahnya lagi.

Untuk para orang tua juga diharapkan untuk mengingatkan anak-anak memakai masker dan tidak perlu berkumpul terlebih dahulu, katanya kalau bisa saat masuk maupun pulang sekolah anak anak dijemput orang tuanya. “Jika tidak bisa menjemput, tolong diingatkan tukang ojek atau yang mengantar jemput siswa memakai masker. Jangan sampai anak-anak menjadi korban terkena Covid-19, ” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Depok Wijayanto menambahkan, kegiatan simulasi PTMT di Kota Depok berlangsung dua hari mulai tanggal 28 hingga 29 September 2021 dan diikuti 1 Pendidikan Anak Usia Dini, 2 Taman Kanak-Kanak, 4 Sekolah Dasar Negeri dan 6 Sekolah Menengah Pertama Negeri.

“Alhamdulillah… Semua sekolah dan murid-murid yang melaksanakan simulasi telah siap semua baik sarana dan prasarananya sesuai arahan pemerintah seperti aturan pengaturan jarak, jumlah tempat waktu yang dibatasi itu sudah diikuti,” katanya. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *