oleh

Jelang Iduladha, Warga Binaan Lapas Cibinong Dapat Pembekalan Rohani untuk Introspeksi Diri

BOGOR – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Lapas Kelas IIA Cibinong mengadakan kegiatan renungan spiritual bagi warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan mental dan keagamaan.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Cibinong tersebut diisi dengan tausiyah, doa bersama, serta refleksi keagamaan mengenai arti pengorbanan, keikhlasan, dan pentingnya perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong Wisnu Hani Putranto mengatakan, momentum Iduladha dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus meningkatkan kesadaran diri warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Menurutnya, makna Iduladha tidak hanya berkaitan dengan ibadah kurban, tetapi juga menjadi sarana introspeksi untuk memperbaiki sikap dan perilaku.
“Melalui kegiatan ini kami berharap warga binaan dapat memperkuat keimanan, melakukan evaluasi diri, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Wisnu, dikutip wartawan media ini, Selasa (26/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan juga mendapatkan pemahaman mengenai makna kurban dalam kehidupan sehari-hari. Kurban dimaknai sebagai upaya mengendalikan sifat egois, emosi, dan kesombongan demi membangun karakter yang lebih positif.

Selain itu, pembinaan spiritual ini juga menjadi ajakan bagi warga binaan untuk meninggalkan masa lalu yang kurang baik dan mulai menata masa depan dengan lebih optimistis.

Salah seorang warga binaan berinisial C mengaku, kegiatan renungan tersebut memberikan motivasi dan semangat baru selama menjalani masa pidana. Ia menilai, peringatan Iduladha menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

Melalui program pembinaan keagamaan tersebut, Lapas Kelas IIA Cibinong berharap warga binaan memiliki bekal spiritual dan mental yang kuat sehingga mampu menjalani proses reintegrasi sosial dengan lebih baik setelah menyelesaikan masa hukuman.

Pada akhirnya, nilai utama dari Iduladha bukan hanya tentang pengorbanan materi, tetapi juga kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri dan memperbaiki kehidupan demi masa depan yang lebih baik. (*/yopy)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *