JAKARTA – Turnamen golf amatir paling bergengsi di tanah air, Olympic Jabar Amatir Open (OJAO) ke-9, bersiap kembali digelar pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026 mendatang. Bertempat di Gunung Geulis Country Club, turnamen ini akan mempertandingkan persaingan sengit di lapangan 27-30 hole yang dikenal menantang.
Event yang digagas atas kolaborasi apik antara Pengprov PGI Jawa Barat dan Olympic Golf Club (OGC) ini dinilai sebagai high-level competition. OJAO terbukti sukses menjadi kawah candradimuka yang melahirkan pegolf-pegolf top amatir, bahkan beberapa alumni tahun lalu seperti Naraajie dan Kevin kini telah sukses menembus level profesional.
Ketua Pengprov PGI Jawa Barat, H.M. Sirodzudin (Kang Siraj) didampingi Au Bintoro (Founder Olympic Golf Club) dan Vicky Tjong (Pembina Olympic Club) kepada awak media mengungkapkan bahwa OJAO merupakan wujud nyata kepedulian insan golf dan Olympic Golf Club terhadap pembinaan atlet nasional. Turnamen ini menjadi panggung penting bagi para atlet untuk menambah jam terbang berkualitas.
“Kami mengundang seluruh Pengprov PGI se-Indonesia dengan memberikan slot free untuk 1 putra dan 1 putri. Turnamen ini sangat ditunggu-tunggu oleh insan golf amatir di seluruh Indonesia. Kejuaraan ini juga luar biasa karena mampu menciptakan talenta hebat di bawah usia 17 tahun (Under-17),” ujar Sirodzudin.
Untuk memastikan kualitas kompetisi, turnamen ini menunjuk Budi Setiawan, seorang direktur turnamen level 3, yang bertanggung jawab langsung dalam mengatur set up lapangan di Gunung Geulis.
Antusiasme tahun ini begitu meledak. Sebanyak 108 peserta dipastikan ambil bagian—jumlah yang berhasil mengalahkan catatan peserta turnamen nasional lainnya. Dari
total peserta 108 pegolf terdiri dari 80 putra dan 28 putri. Sedang keterwakilan daerah berasal dari 15 Pengprov PGI di Indonesia.
Sistem Kompetisi: menggunakan sistem cut-off, di mana hanya 40 persen peserta terbaik yang akan melaju ke babak final di hari ketiga. Jumlah peserta ini masih berpotensi bertambah melihat tingginya minat pendaftar.
Founder Olympic Golf Club, Au Bintoro, menjelaskan bahwa turnamen ini terus berkembang sejak tahun pertama bergulir dan hanya sempat rehat (cooling down) pada tahun 2019-2020 akibat pandemi Covid-19. Ia tidak menampik adanya tantangan ekonomi saat ini yang membuat pencarian sponsor menjadi lebih sulit. Namun, penurunan atau pengetatan sponsor dipastikan tidak akan menghambat jalannya kejuaraan. Berkat dukungan penuh dari sponsor utama seperti Medco dan Olympic Golf Club, roda kompetisi tetap berjalan maksimal.
“Kami mengundang seluas-luasnya pegolf amatir untuk ikut serta. Melalui event ini, pegolf junior bisa melatih mental mereka agar lebih siap menghadapi event internasional. Kami berharap klub-klub lain bisa mengikuti jejak OGC dalam menggelar event serupa. Tahun depan, regenerasi panitia yang akan meng-handle acara ini agar terus berkembang lebih baik lagi,” jelas Au Bintoro.
Senada dengan hal tersebut, Vicky Tjong, yang juga merupakan Pembina Olympic Golf Club, menegaskan optimismenya. Ia menyebut dukungan sponsor saat ini sudah lebih dari cukup untuk menyukseskan acara. Ia juga menaruh harapan besar bagi masa depan turnamen ini.
“Semoga acara berjalan lancar. Ini adalah langkah kami untuk bangun legacy bagi generasi berikutnya. Impian kami adalah bisa melihat OJAO terus konsisten berjalan hingga mencapai edisi ke-100,” tuturnya.
Melalui sinergi kuat dan kompetisi yang berkualitas, Olympic Jabar Amatir Open 2026 diharapkan mampu kembali menghadirkan prestasi golf yang gemilang demi mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.(dk/fs)







Komentar