oleh

Franka Makarim Dorong PAUD Lakukan Percepatan PTM Terbatas

POSKOTA.CO-Bunda PAUD bersama jejaringnya, dengan kelompok kerja, dan organisasi mitra, bekerja sama erat dengan Pendidikan Nasional (Diknas)  dan Satuan PAUD, mendorong percepatan PTM Terbatas.

Franka Makarim mengatakan, Bunda PAUD dari seluruh Indonesia  sudah melakukan Rapat Kerja (Raker) secara nasional di tanggal 30 Oktober yang lalu. “Dalam salah satu agendanya, kita menyatakan bahwa upaya menyukseskan PTM terbatas adalah prioritas kami semua.  Pesan ini pula yang akan kami sampaikan di hari Inspirasi OASE KIM (Organisasi Aksi Solidaritas Era-Kabinet Indonesia Maju) besuk,” kata Franka Makarim pada acara bincang pendidikan pra pelaksanaan Hari Inspirasi OASE KIM secara virtual, Rabu (3/11/2021).

Menurut Franka, melalui Raker Bunda PAUD  pada hari Inspirasi OASE KIM ini, jejarang Bunda PAUD mempromosikan praktik baik implementasi PTM terbatas di berbagai satuan PAUD di seluruh Indonesia dengan menerapkna protokol kesehatan yang ketat dan harus konsisten, dan mengajak orang tua agar mereka tidak lagi terlalu kawatir, dan semakin sedikit keraguannya dalam mengajak anak-anaknya, dan mengizinkan putra putrinya  di Usia Dini  untuk mengikuti pembelajaran di rumah.

Terkait, upaya mengkaselerasi dan mengejar ketertinggalan untuk anak usia dini akibat pandemi, menurutnya, dari Kemendikbudristek , dan pihaknya mendorong yang namanya  tiga aksi  bergerak bersama. “Tiga aksi bergerak bersama tersebut adalah wujud kerja sama kemitraan yang dilakukan bersama-sama  secara gotong royong, antara  guru, satuan pendididikan,  orang tua atau keluarga dan juga  para mitra,” paparnya.

“Jadi tiga aksi gerak bersama ini  adalah upaya kita  agar memastikan simulasi dan perkembangan anak di dalam usia dini itu tidak lagi terinterupsi seperti yang terjadi selama pandemi sampai saat ini,” ujar Franka Makarim.

Fokus pada tiga aksi gerak bersama itu,  meliputi yang pertama, pengembangan keteranpilan, literasi dasar yang harus dikawal, baik  di sekolah maupun di rumah secara berkesinambungan.

Dalam kontek kombinasi PTM terbatas dan juga PJJ. “Hal praktis yang dapat kita lakukan  sebagai orang tua adalah meneruskan budaya membaca buku. Ini adalah sesuatu yang  selalu ditekankan oleh  pemerintah, oleh satuan Pendidikan, oleh kami dalam Kemendikbudristek,  karena membaca buku bacaan anak,  dan memupuk kekayaan keaksaraan ini  akan menjadi suatu dasar yang sangat kuat bagi  kemampuan literasi mereka di masa mendatang,” terangnya.

Hal praktis yang kedua, pihaknya mengajak orang tua, pakar-pakar,  dan mitra-mitra lainnya  agar bisa bekerja sama dengan guru  di sekolah untuk menguatkan  kegiatan pembelajaran di  satuan PAUD.  Misalnya saling memberikan masukan,  umpan balik terhadap program pembelajaran di sekolah, kegiatan belajar dan bermain  bermanfaat di rumah,  membantu  memperkaya alat pembelajaran  edukatif. itu yang mungkin bisa di buat sendiri di rumah  dengan alat-alat atau bahan bahan yang ada di rumah maupun barang yang dapat kita berikan di sekolah.

“Kita sebenarnya ingin menambah akses  lebih banyak lagi, agar anak-anak bisa mendapatkan  akses bacaan. Ini adalah kombinasi kemitraan para orang tua, guru, dan harus ada unsur masyarakat. Di sini kita akan mengembangkan kreatitivitas,  misalnya inovasi,  kita membuka akses bacaan anak,  buku atau bahan bacaan, dan memperbanyak titik  untuk menemukan buku bacaan tersebut, dan meningkatkan koleksi  buku, baik di sekolah, perpustakaan, taman bacaan, membenahi perpustakaan, dan  mempersilahkan orang tua untuk  meminjam bukunya,” terangnya.

Disamping itu, juga mendorong terciptanya pojok baca  di sekitar lingkungan rumah. “Anak ini  adalah sangat penting, agar mereka mendapatkan akses yang lebih banyak lagi,” ungkapnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *