JAKARTA – Baznas (Bazis) DKI Jakarta bersama King Abdi dan 11 Chef Nusantara menggelar aksi kemanusiaan bertajuk ‘Ekspedisi Dapur Kemanusiaan, 99 Ribu Porsi Harapan Untuk Sumatra’ di Desa Lubuk Sidup, Kabupaten Aceh Tamiang. Aksi ini mendistribusian 99 ribu porsi makanan hasil masakan para chef yang lezat dan bergizi.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara lembaga kemanusiaan, pemerintah, dan pihak swasta. Program ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemprov DKI Jakarta, serta melibatkan kemitraan dengan J99 Corporation, Lion Air Group, PMI dan Mie Bola Mas.
Pimpinan Bidang IV Baznas Bazis DKI Jakarta, Prof Dr H. Bunyamin menyatakan bahwa misi ini merupakan wujud kepedulian warga Jakarta dan seluruh masyarakat Indonesia terhadap saudara-saudara di wilayah Sumatra dan Aceh.
“Kegiatan Ekspedisi Dapur Kemanusiaan Baznas Bazis DKI Jakarta bersama King Abdi dan 11 Chef Nusantara ini didukung penuh oleh Pemprov DKI. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada warga Jakarta dan masyarakat Indonesia yang telah berdonasi dan mendukung misi kemanusiaan ini di Aceh,” ujar Prof Bunyamin kepada wartawan di Jakarta, Minggu (11/1).
Kehadiran sosok King Abdi beserta 11 Chef Nusantara memberikan semangat tersendiri bagi warga Desa Lubuk Sidup. Rombongan ini tidak hanya mengirimkan bahan makanan, tetapi juga mengolahnya secara langsung di lokasi untuk memastikan kualitas gizi dan rasa terbaik bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, King Abdi menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini dan menekankan bahwa kondisi di lapangan masih memerlukan perhatian serius. “Pertama, terima kasih kepada Baznas (Bazis) DKI Jakarta yang sudah men-support 99 ribu porsi untuk Ekspedisi Dapur Kemanusiaan. Semoga langkah ini terus melaju dengan terus mendukung warga Aceh dan Sumatra, karena di sini semuanya belum pulih, masyarakat masih membutuhkan kita,” ucap King Abdi, selama beberapa hari berada di Aceh.
Melalui sinergi ini, Baznas Bazis DKI Jakarta berharap dapat meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang dan sekitarnya, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berkontribusi dalam proses pemulihan jangka panjang di wilayah Sumatera.
Sebagaimana diketahui banyak warga penyintas sudah lama tidak menikmati makanan enak. Untuk itu ketika mereka mendapat makanan hasil racikan King Abdi dkk, pada suapan pertama warga mengucap: alhamdulillah, Allahu Akbar, sambil menangis haru karena saking bersyukurnya. (jo)







Komentar