oleh

Tanggulangi DBD, Nyamuk Wolbachia Bakal Disebar di Kembangan Utara Jakbar

JAKARTA – Pelepasan nyamuk ber-wolbachia menjadi salah satu inovasi yang dilakukan Dinas Kesehatan DKI, sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1341 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan implementasi wolbachia sebagai inovasi penanggulangan dengue.

Hal ini mengingat lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Jakarta yang cukup tinggi. Menurut Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Lies Dwi Oktavia hingga bulan September 2024 tercatat 12.000 kasus DBD. Sehingga pelepasan nyamuk ber-wolbachia menjadi salah satu upaya untuk penanggulangan.

“Wilayah Jakarta Barat (Jakbar) dipilih sebagai wilayah pertama penyebaran nyamuk ber-wolbachia mengingat tingginya kasus DBD dibandingkan dengan wilayah lainnya di Jakarta,” kata Lies Dwi Oktavia saat meninjau lokasi launching program penyebaran/pelepasan nyamuk ber-wolbachia di RW 07 Kelurahan Kembangan Utara, Rabu (2/10/2024).

Lies Dwi Oktavia menjelaskan, pihaknya telah menentukan sejumlah titik Orang Tua Asuh (OTA) yakni rumah-rumah warga yang dititipkan ember berisi telur-telur nyamuk ber-wolbachia. Proses penetasan telur nyamuk tersebut berjalan kurang lebih selama dua minggu. Setelah itu, OTA akan diberikan kembali ember berisi telur nyamuk ber-wolbachia. Ini terus menerus selama enam bulan.

“Siklus kehidupan nyamuk, mulai dari telur, jentik-jentik nyamuk hingga dewasa. Kemudian nyamuk dewasa berkembang biak dan bertelur,” ujarnya.

Saat berkembang biak tersebut, lanjut Lies, nyamuk jantan ber-wolbachia kawin dengan nyamuk betina lokal maka telurnya tidak menetas/mandul. Tapi, nyamuk jantan lokal kawin dengan betina ber-wolbachia maka telurnya menetas dan menjadi nyamuk ber wolbachia.

“Wolbachia menghalangi virus dengue berkembang biak di tubuh nyamuk, Sehingga nyamuk tidak dapat menularkan virus meskipun menggigit manusia,” ucap Lies. (ta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *