oleh

Penindakan Pembangunan Bermasalah di Wilayah Kemayoran hanya Isapan Jempol

JAKARTA – Omong doang alias omdo, penindakan pembangunan bermasalah di wilayah Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusata dinilai publik cuma isapan jempol.

Pasalnya, pembangunan yang ditindak dengan surat peringatan (SP) dan segel terletak di Jalan Kalibaru Timur VI, Utan Panjang, Kemayoran pembangunan terus dilanjutkan alias dikebut para kuli bangunan.

Meskipun menggunakan izin rumah tinggal, namun penggunaannya untuk minimarket ini dikebut walaupun sudah ditindak, hal tersebut tidak membuat efek jera bagi pemilik bangunan nakal ini.

“Biasa itu mah cuman gertak sambal untuk meraup keuntungan dari bangunan bermasalah. Karena biasanya pemilik bangunan setelah ditindak akan datang menghadap ke petugas pengawas bangunan yaitu Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Kecamatan Kemayoran. Ujung-ujungnya pengkondisian,” cetus Ricky (49), warga Kecamatan Kemayoran, Selasa (9/7/2024) sore.

Sebelumnya, Kasektor CKTRP Kecamatan Kemayoran M Surya ketika dikonfirmasi mengaku, seluruh pembangunan tidak sesuai izin sudah ditindak seperti pembangunan izin rumah tinggal yang dibangun minimarket terletak di Jalan Kalibaru Timur VI Utan Panjang, Kemayoran. “Sudah ditindak dengan SP dan segel pembangunan tidak sesuai izin tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, pembangunan dengan ketinggian tiga lantai Jalan Bungur Besar 16 Kemayoran dibangun tanpa izin.

“Lebih baik diganti seluruhnya petugas CKTRP Kecamatan Kemayoran karena kerja pada nggak beres, kebanyakan main mata dengan pemilik bangunan bermasalah,” tegas Budi, tokoh masyarakat.

Tokoh ini juga menyindir kinerja anak buah Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono kebanyakan ‘masuk angin’. “Secara fisik pembangunan bermasalah kelihatan dengan jelas dan jadi tambah banyak, malah pejabatnya pada aktif di kegiatan seremonial aja. Kerjanya pada memble,” tukas Budi sembari menambahkan, marak pembangunan serupa juga ditemukan di wilayah, Senen, Cempaka Putih, Johar Baru, Menteng dan Gambir. (*/van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *