oleh

Pengamanan Pemilu 2024, Polrestro Tangerang Kota Gelar Kelengkapan Perorangan Personel Polri

TANGERANG – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho melakukan pengecekan kesiapan perorangan personelnya yang akan dilibatkan dalam Operasi Mantap Brata Jaya 2023 -2024 di Lapangan Polres Metro Tangerang Kota, pada Rabu (25/10/2023).

Gelar pasukan tersebut merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarpras Operasi Mantap Brata 2023-2024, sehingga Pemilu 2024 diharapkan dapat terselenggara dengan aman, damai dan lancar.

Personel Polres Metro Tangerang Kota yang dilibatkan dalam Operasi Mantap Brata Jaya 2023-2024, sebanyak 16.131 personel terdiri dari, 1.408 personel Polri, 450 personel TNI, 201 personel Satpol PP dan 13. 872 personel Linmas.

Menindaklanjuti kesiapan personelnya, Kombes Zain melakukan pengecekan kesiapan perorangan personel Polri yang akan dilibatkan dalam Operasi Mantap Brata Jaya 2023 -2024. ”Kita cek kelengkapannya mulai dari pakaian PDL, kaos PDL, rompi, topi lapangan, sepatu PDL, tali peluit, jas hujan, perlengkapan mandi, pakaian dalam dan juga akan dilengkapi buku saku maupun kelengkapan lainnya,” ujar Kombes Zain, dalam keterangan tertulis yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Kamis (26/10/2023).

Kombes Zain menjelaskan, persiapan personel dan sarana prasarana ini sangat penting guna mendukung keberhasilan pengamanan Pemilu 2024. Kapanpun personel Polres Metro Tangerang Kota di butuhkan, mereka sudah dalam kondisi siap untuk ditugaskan.

Polres Metro Tangerang Kota juga telah mempersiapkan kondisi masyarakat menghadapi Pemilu 2024 melalui kegiatan coffee morning berasama Forkopimda, ketua parpol, tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama dan penyelenggara pemilu guna menciptakan suasana yang aman dan damai.

”Mudah-mudahan dengan komitmen bersama di atas dapat menurunkan tensi politik dan mendinginkan suhu politik yang mulai naik dengan telah masuknya tahapan pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Kita berharap perbedaan yang ada jangan sampai memecah belah yang berujung pada bentrokan fisik di lapangan,” ungkapnya.

Menurut Kombes Zain, perbedaan itu adalah hal yang biasa dalam demokrasi, bukan untuk memecah-belah namun bisa menjadi modal untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. “Namun semua pihak harus hargai dan hormati perbedaan tersebut guna terciptanya situasi kamtibmas yang aman, lancar dan damai,” pungkasnya. (*/imam)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *