oleh

Penegasan Pangdam Jaya, Kelompok Perusuh Datang dari Luar Jakarta

-Megapolitan-149 views

POSKOTA.CO – Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrahman menegaskan, pelaku perusakan yang terjadi Kamis(8/10) di Jakarta datang dari luar Jakarta. Mereka digerakkan oleh seseorang yang kini dalam pengejaran aparat keamanan. “Kalau mahasiswa dan buruh gak brutal, cukup menyampaikan aspirasi,” tandas pangdam, Jumat(9/10/20).

Jenderal bintang dua itu juga sangat menyesalkan provokator yang mendanai para remaja untuk datang ke Jakarta dan melakukan perbuatan anarkis. Pangdam juga mengisahkan adanya sekolompok remaja yang tak bisa pulang akhirnya diangkut dengan truk TNI. “anak-anak tersebut dijanjikan akan dikasih uang jika sampai Jakarta ikut demo, tapi orang yang menjanjikan tak datang,” tandasnya.

Sementara itu, akibat ulah perusuh sejumlah sarana umum diantaranya halte busway mengalami kerusakan parah dan ada juga yang dibakar. Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan, pihaknya melakukan sejumlah modifikasi dan penyesuaian rute, akibat demo protes disahkannya RUU Cipta Kerja yang berujung rusuh Kamis, 8 Oktober 2020 malam.

Diketahui, hingga pagi ini total ada 20 halte Transjakarta porak poranda lantaran aksi demo RUU Cipta Kerja yang berujung kisruh. Menurut dia, layanan Transjakarta tetap beroperasi, yang sudah dimulai sejak pukul 05.00 WIB sampai nanti pukul 19.00 WIB.

“Layanan Transjakarta pagi ini tetap beroperasi pukul 05.00-19.00 WIB untuk melayani warga DKI yang masih harus beraktivitas,” kata Nadia dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2020).

Salah satu rute yang terkena modifikasi rute yakni di koridor 1 jurusan Blok M-Kota. Di mana tidak akan berhenti di Halte Polda sampai dengan Halte Bank Indonesia.

“Untuk sementara tidak melayani halte yang terimbas. Bagi pelanggan yang akan turun si halte-halte tersebut tidak perlu khawatir, karena bus akan keluar jalur dan berhenti di bus stop Non BRT. Transjakarta mengoperasikan rute tambahan yaitu rute Non BRT GR1 untuk pelanggan yang biasa menggunakan layanan halte terdampak,” jelas Nadia.(oko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *