TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menanamkan wawasan kebangsaan kepada ratusan anggota Pramuka SMA se-Kota Tangerang.
Nilai-nilai kebangsaan menjadi fondasi penting yang harus terus ditanamkan kepada generasi muda di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Untuk itu diperlukan pijakan yang kokoh agar tidak mudah terombang-ambing oleh derasnya perkembangan zaman.
“Wawasan kebangsaan bukan hanya sekadar teori atau hafalan, melainkan nilai yang harus tertanam dalam diri setiap warga negara. Nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen pada NKRI adalah fondasi utama yang menjaga kita tetap kokoh sebagai bangsa,” tegas Wali Kota Tangerang Sachrudin didampingi Kepala Bakesbangpol Teguh Supriyanto, Rabu (3/9/2025).
Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan ‘Pengamalan Nilai-nilai Pancasila dalam Kepramukaan’ yang dilaksanakan Graha Bhakti Karya Modernland, Kota Tangerang. Pada kesempatan ini, Sachrudin membuka kegiatan yang diikuti 100 anggota Pramuka SMA se-Kota Tangerang itu.
Menurut Sachrudin, nilai kebangsaan inilah yang menjadi benteng untuk menjaga persatuan, kerukunan, dan kedaulatan di tengah perubahan zaman. Karena itu, peran Pramuka dipandang semakin penting, bukan hanya membentuk generasi disiplin dan mandiri, tetapi juga menjadi garda moral yang mampu menangkal hoaks, provokasi, intoleransi, maupun sikap individualistis.
“Dengan nilai-nilai kepramukaan, adik-adik diharapkan mampu menjadi agen perubahan positif. Tebarkan semangat persatuan, jaga lingkungan, aktif dalam kegiatan sosial, dan ajak teman sebaya melakukan hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sachrudin menyebutkan bahwa kontribusi nyata Pramuka di era modern adalah menjaga bangsa tetap kokoh dengan karakter yang kuat. Generasi muda juga dituntut untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata dan prestasi.
“Saya berharap, adik-adik tidak hanya memahami wawasan kebangsaan, tetapi juga mengamalkannya. Cinta tanah air harus tercermin dalam sikap sehari-hari: menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, jujur, dan mengutamakan kepentingan bersama,” pesannya.
Sachrudin kembali mengingatkan agar generasi muda bijak dalam menyaring informasi. “Jangan sampai terpengaruh hal-hal negatif yang merusak persatuan bangsa. Ingat, adik-adik semua adalah calon pemimpin masa depan. Jadilah teladan di sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Cantika salah satu peserta mengaku sangat senang dan antusias karena mendapatkan ilmu baru tentang nilai-nilai kebangsaan, dapat bertemu dengan orang-orang baru serta terhibur dengan format acara yang menarik.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami generasi muda untuk memperdalam pengetahuan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ungkapnya. (Imam)







Komentar