POSKOTA.CO – Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, korban meninggal akibat gempa 5,6 Skala Richter di Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (21/11/2022). mencapai 162 orang, sementara 326 luka-luka dan 13.784 orang mengungsi. Lokasi pengungsian tersebar 14 titik.
Data tersebut didapatkan Herman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah rumah sakit di Cianjur. “Berdasarkan data terbaru di lapangan, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 56 orang,” ujar Herman, di halaman RSUD Cianjur, pada Senin (21/11/2022).
Gempa dengan dampak kerusakan yang cukup besar ini memutuskan arus lalu lintas Bogor-Cianjur. Atas terputusnya transportasi ini, Kepolisian Resor Bogor melakukan rekayasa lalu lintas Puncak Bogor menuju Cianjur pascagempa yang menyebakan longsor di Cugenang. Arus lalu lintas dialihkan melalui Jonggol dan Sukabumi.
“Untuk jalur arus lalu lintas, di wilayah Cugenang terjadi longsoran, sehingga menghalangi arus dari kendaraan dari Puncak Bogor menuju Cianjur. Mengurangi kepadatan di atas, kami dari Polres Bogor melakukan pemutar balikan arus, bagi masyarakat menuju Cianjur. Jadi yang menuju Cianjur kami arahkan menuju Jonggol Cariu, maupun jalur Sukabumi,” kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin.
Kapolres menegaskan, untuk jalur Jonggol, Cariu dan Sukabumi, kepolisian sudah menggelar pasukan untuk mengatur kelancaran arus kendaran masyarakat yang akan menuju Cianjur melalui Jonggol Cariu.
“Kami mengimbau kepada masyarakat menuju Cianjur atau Bandung agar tidak menggunakan jalur Puncak karena masih tertutup sehingga silahkan pergunakan jalur Jonggol Cariu yang nanti tembus Cianjur langsung ke Bandung. Jalur alternatif atau jalur utama menuju Sukabumi bisa langsung ke Cianjur,” papar AKBP Iman, dalam keterangannya.
Selain melakukan rekayasa arus lalu lintas, Kapolres mengatakan, pihaknya telah bersiap untuk mengirim pasukan ke Cianjur, untuk misi kemanusiaan. “Karena ada akses jalan yang tembus oleh longsoran tanah di jalur tersebut, jadi kami bahu membahu sesama Polres yang saling berdekatan. Di sisi Cianjurnya ditangani dari Polres Cianjur, dari sisi Kabupaten Bogor di Cianjur, kami yang menangani itu,” ujarnya.
Kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak pemerintah terkait penanganan longsor yang menutup agar segera ditangani. Sehingga belum dipastikan sampai kapan akses Bogor Cianjur yang tertutup, bisa dilalui. “Secepatnya kami berupaya untuk mengalihkan memindahkan longsoran dari lokasi longsoran tersebut,” tegas AKBP Iman. (*/yopi)







Komentar