oleh

Kombes Sambodo: Sopir Trevel Terjaring Razia Wajib Kembalikan Uang Penumpang

POSKOTA.CO–Sebanyak 115 kendaraan travel gelap diamankan pihak Ditlantas Polda Metro Jaya. Kendaraan itu kedapatan membawa penumpang untuk mudik dari Jakarta dengan tujuan ke Jawa Timur, Jawa Tengah dan Lampung.

Padahal kendaraan trevel gelap itu bukan trayek Jakarta-Jawa atau Lampung. Namun mereka sengaja memamfaat kesempatan untuk mencari keuntungan dengan cara menaikkan tarif dua kali lipat dari taris resmi.

Awak kendaraan trevel gelap tersebut menjanjikan kepada penumpang bahwa mereka dipastikan bisa mudik, meski ada larangan dari pemerintah untuk tidak mudik Idul Fitri 2021. Para sopir mengaku tahu jalur tikus sehingga tetap lolos dari penyekatan pihak kepolisian.

Ratusan kendaràan trevel gelap itu kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Kamis (29/4/2021) terjaring dalam dua hari operasi, tanggal 27-28 April 2021. “Kami terus melakukan razia kendaraan trevel gelap,” tegas Kombes Sambodo.

Sementara itu, kepolisian mewajibkan bagi supir travel gelap yang terjaring razia larangan mudi mengembalikan uang penumpang yang sudah diambil. “Kalau ada supir travel gelap terjaring razia dan ada penumpang di dalam kendaraannya, pertama kita minta supir untuk mengembalikan ongkos yang sudah mereka ambil. Jadi kalau misalkan penumpang sudah membayar Rp 300 ribu itu harus supir kembalikan,” tegas Sambodo.

Ratusan kendaraan trevel gelap yang terjaring dikandangkan di Polda Metro Jaya sampai menunggu ada sidang di pengadilan setelah Idul Fitri. “Ini kita lakukan sebagai efek jera agar yang lain tidak ikut ikutan melakukan tindakan seperti itu,” ujarnya.

Bagi penumpang yang kendaraan trevel yang ditumpangi terjaring razia, mereka diantar polisi ke terminal untuk melanjutkan perjalanan ke kampung halaman. “Penumpang kita tawarga, mau balik ke tepat asal berangkat atau ke terminal. Mereka kami antar,” tambah Sambodo.

Sedangkan awak kendaraan trevel yang kendaraanya ditahan polisi juga ditawari untuk diantar kenama. “Kami tawarkan juga kepada para sopir, kalau mau pulang ke daerah asalnya, kita antar ke terminal,” ujar Sambodo lagi.

Untuk diketahui, Polri telah menyiapkan 333 titik penyekatan larangan mudik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Penyekatan akan dilakukan mulai 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021. Terkait larangan ini banyak kendaraan trevel gelap yang memamfaat kesempatan dan menjaring calon penumpang lewat media sosial.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *