oleh

Kemenkeu Minta Yayasan Pergunas Beri Akses Jalan Warga Cempaka Baru

-Megapolitan-237 views

POSKOTA.CO – Ramainya berita pembangunan sekolah Pergunas yang menutup akses rumah warga di Cempaka Baru, Jakarta Pusat membuat pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meninjau ke lokasi. “Pagi tadi saya ke lokasi bangunan dan meminta agar Yayasan Pergunas memberi akses jalan untuk warga,” kata Kasubbag Pengelolaan Aset Direktorat Perbendaharaan, Kemenkeu Aziz Muthohar, Senin (21/9/2020).

Menurut Aziz, kedatangannya ke Pergunas dalam upaya menawarkan solusi terbaik bagi warga dan yayasan. “Kalau mereka ribut terus, mau menang-menangan, tidak akan ada yang untung. Menang jadi arang kalah jadi abu,” lanjut Aziz.

Tawaran solusi itu juga akan disampaikan Aziz kepada warga, yang selama ini mengeluhkan rumahnya terjepit dan minta dibukakan akses jalan. “Intinya saya minta kepada Ketua Yayasan Pergunas, memberi akses jalan warga selebar satu meter. Artinya, tembok yang ada harus dibongkar,” kata Aziz.

Seperti diketahui, Yayasan Pergunas sebulan terakhir membangun sekolah namun dikeluhkan sejumlah warga terutama Ibu Wiwiek Dwiyati di RT 015/ 03 yang rumahnya berhimpitan dengan tembok baru sekolah.

Selain menutup akses jalan, pembangunan gedung sekolah yang IMB-nya bermasalah itu, menyebabkan rumah Wiwiek kebanjiran ketika hujan tempo hari. “Saya heran, tak ada yang bisa menghentikan proyek bangunan sekolah ini, walau saya sudah melapor ke Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Pusat,” kata Wiwiek, Minggu lalu. Dia pun berencana mengadukan kasus ini ke Ombudsman.

Pembangunan sekolah Pergunas baru dimulai tahun 2018, namun dihentikan oleh Sudin Citata Kecamatan Kemayoran karena tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Pembangunan sekolah Pergunas dilanjutkan pada Agustus 2020 setelah mengantongi surat IMB dari Pemprop DKI Jakarta yang direkomendasikan (didukung) oleh Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu.

Pihak yayasan Pergunas mengklaim, IMB dan seluruh prosedur untuk membangun sekolah sudah sah dan kuat. “Silakan laporkan (ke pihak berwenang), siapa tahu IMB ini salah dan bisa diperbaiki,” kata Hari Cahyanto juru bicara Yayasan Pergunas ketika ditegur warga.

Meski sempat dimediasi oleh pihak Kecamatan, proyek bangunan sekolah jalan terus, dan mengabaikan keresahan warga hingga tembok menutup jalan rumah Ibu Wiwiek.

Menurut Aziz Muthohar, lahan tanah milik Kemenkeu yang ada di Cempaka Baru (seluas 2 hektar), dan Cempaka Tengah (6 hektar) termasuk yang dipakai untuk bangunan sekolah Pergunas. “Tanah milik Yayasan Pergunas hanya seluas bangunan yang lama (yang dirobohkan) selebihnya lahan itu milik Kemenkeu,” kata Aziz.

Kemenkeu cq Ditjen Perbendaharaan menurut Aziz hanya memberikan surat rekomendasi yang diminta oleh pejabat PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Pemprop DKI Jakarta. “Dasarnya kami memberikan rekomendasi itu karena untuk kepentingan sosial, sekolahan,” jelas Aziz.

Namun, Aziz menolak memberikan data lahan yang direkomendasikan Ditjen Perbendaharaan untuk Pergunas.”Kami tidak bisa memberi data kepemilikan lahan Kemenkeu, karena masalah tanah sangat sensitif,” katanya.

Dalam waktu dekat, Aziz juga akan memanggil pihak warga untuk menjelaskan persoalan dan keingin. “Setelah kedua pihak bicara, kami akan buatkan MoU agar tidak terjadi permasalahan di lain hari,” katanya. (tis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *