oleh

Hasilkan Fulus, Kerajinan Tangan Bimtek Bank Sampah di Kemayoran, ‘Peserta Terpesona’

POSKOTA.CO-Nah loh, ternyata bahan sampah dari rumah tangga (Rumtang) bisa menghasilkan fulus.

Hal tersebut muncul pada kegiatan Bimbingan teknis (Bimtek) pengembangan ide kreatif dan inovatif Bank Sampah yang pesertanya pengurus bank sampah dan para Ketua RW berlangsung di kantor Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus) Jalan Serdang I pada, Jumat (23/6/2023).

Seperti diketahui, kegiatan Bimtek  sebelumnya, materi yang diedukasi  mengarahkan untuk warga masyarakat dalam mengolah sampah di tingkat rumah warga (RW).

“Kegiatan Bimtek ini supaya warga masyarakat lebih inovatif dan kreatif dalam pengelolaan bank sampah sesuai yang diamanahkan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor: 33 tahun 2021,” ungkap Binsar Siregar Kepala Seksi (Kasie) Peran Serta Masyarakat Sudin Lingkungan Hidup (LH) Jakpus.

Binsar menambahkan, masyarakat mempunyai inovasi dan inovatif yang dimaksud seperti memilah bank sampah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan penghasilan atau fulus.

“Karena sampah yang masih bisa dikelola bisa meningkatkan perekonomian antara lain, mengumpulkan minyak jelantah atau membuat souvernir dari bahan sampah yang dapat dijual untuk pernikahan dan lain-lain,” ujarnya.

Sekretaris Camat (Sekcam) Kemayoran Dwi Sigit Haryono berharap dengan Bimtek ini mendapatkan pengalaman dan ilmu baru untuk seluruh pengurus bank sampah.

“Bimtek ini moga-moga dapat pengetahuan ilmu baru yang bisa ditularkan kepada pengurus bank sampah,” ujar Sigit.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup, Eka Sudarmadi menambahkan melalui kegiatan Bimtek Pergub nomor: 33 tahun 2021 ini dapat dikomben dengan pergub-pergub lain yang berkaitan dengan pengelolaan sampah.

Karena menurutnya, jumlah RW di Kecamatan Kemayoran ada 77 RW yang memerlukan pendekatan maupun edukasi persoalan tentang sampah.

Meski begitu, tambah Eka, puluhan RW se Kecamatan Kemayoran sangat mendukung karena keguyuban dan kekompakannya dalam mendukung program-program Pemerintah. Seperti implementasi pergub nomor: 77 bisa untuk pelaksanaan pergub nomor: 33 karena pengurangan sampah dari sumber (Rumtag) berupa sampah non organik bisa dimanfaatkan untuk kegiatan bank sampah.

“Kalau tadi itu, lebih fokus tentang  kreatif dan inovasi seperti bikin kerajinan tangan dari sampah non organik, dan para undangan terpesona memperhatikannya,” ungkap Eka. (van/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *