JAKARTA – Sebanyak 44 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jakarta Timur mulai menjalani karantina di sebuah hotel di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara pada Rabu (13/8) malam. Mereka akan menjalani berbagai proses sebelum melaksanakan tugas utamanya pada 17 Agustus mendatang.
Kepala Kesbangpol Jakarta Timur, Handoko Murhestriarso mengatakan, selama di karantina mereka akan mengikuti pemusatan latihan atau training center. Anggota paskibraka ini juga tidak boleh bertemu keluarganya agar lebih fokus hingga menjelang upacara hari kemerdekaan mendatang.
“Kita jaga performa adik-adik ini agar tetap fokus, termotivasi, bersemangat sampai dengan perasaan hari H nya nanti pada 17 Agustus,” kata Handoko, Kamis (14/8).
Dikatakan Handoko, ke 44 anggota Paskibraka yang terdiri dari 22 putra dan 22 putri terpilih dari 1300 siswa yang sebelumnya mendaftar. Hasilnya, untuk tahun 2025 ini Jakarta Timur menyumbangkan 16 Paskibraka (9 putra dan 7 putri) ke tingkat provinsi, dan di tingkat nasional hanya satu orang yang sifatnya cadangan.
“Mereka sebelumnya telah diseleksi, dilatih, dibina cukup panjang. Karena itu mereka hendaknya bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan pasukannya. Kekompakan tim harus tetap dijaga, fokus dan bersemangat,” ujar Handoko.
Sementara itu, Ketua sub kelompok bina ideologi wawasan kebangsaan dan politik kesbangpol Jaktim, Ari Budi Yuswanto menambahkan, selama di karantina ke 44 anggota Paskibra akan banyak mendapatkan pembekalan berbagai materi. “Ada tujuh instruktur yang memberikan materi selama anggota paskibraka ini di karantina,” imbuhnya.
Dijelaskan Ari, nantinya para materi yang disampaikan adalah dari Kementerian Polkam soal wawasan kebangsaan. Kemudian dari Mabes TNI AD soal ketahanan nasional BNN soal upaya pencegahan peredaran narkoba, Densus 88 Anti Teror terkait antisipasi teroris dan radikalisme. “Selain itu dari staf ahli Wantimpres soal Literasi digital dan dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) soal kepaskibrakaan,” tukasnya. (Ifand)







Komentar