DEPOK – Seluruh jajaran dinas terkait hingga kecamatan diharapkan untuk mengumpulkan masukan dari masyarakat terkait berbagai program yang akan dilaksanakan sehingga bulan Pebruarimm 2025 telah dapat disusun dengan baik sebelum kegiatan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) bulan Maret 2025.
“Proses perencanaan pembangunan di Kota Depok mulai dilakukan dengan melibatkan aspirasi masyarakat, komunitas dan kelompok-kelompok terkait untuk mendapatkan masukan atau usulan pembangunan yang dibutuhkan,” kata Pj Sekda Kota Depok Nina Suzana didampingi Kepala Badan Pembangunan Perencanaan Daerah (Bappeda) Depok, Dadang Wihana, Jumat (25/10).
Langkah penyusunan ini sangat penting agar rencana kerja lebih efektif menjelang Musrembang yang akan dilakukan Maret 2025 mendatang.
Memang masalah yang hampir setiap tahun terjadi di Kota Depok tidak berubah atau bergeser sama sekali antaranlain masalah banjir, kemacetan dan sampah yang menjadi tantangan utama, katanya yang menambahkan walaupun nampak masalah berulang tapi penanganannya memerlukan waktu dan perencanaan yang berkesinambungan.
Menurut dia, bukan berarti Pemkot Depok selalu mengulang setiap tahun isu itu, karena yang tadi saya sampaikan, isu-isu ini tidak bisa satu tahun kita tuntaskan.
Sementara itu, Kepala Bappeda Depok, Dadang Wihana, menambahkan untuk penangganan kemacetan tentunya Pemkot Depok terus mencari terobosan dan fokus optimalisasi angkutan umum, khususnya dalam pengembangan transportasi berbasis layanan.
“Salah satu inisiatif yang sedang berjalan adalah pengembangan program BTS (By The Service) melalui kerja sama antara Depok dan Kemenhub,” imbuhnya yang menambahkan termasuk adalah menambah kapasitas jalan yang ada tapi prioritas adalah angkutan umum.
Terkait masalah banjir, ujar dia, Pemkot Depok terus beruoaya menata drainase dan pengerukan sungai tentunya melibatkan pemerintah pusat dan propinsi untuk mengoptimalkan fungsi setu sebagai daerah resapan air termasuk membangun resapan air dengan dana kelurahan.
Sedangkan untuk masalah sampah pihak DLHK Depok melakukan dua langkah strategis yaitu di hulu dengan pendekatan budidaya magot dan biokompos di setiap rumah serta di hilir mengembangkan kerja sama dengan pusat di program Independent Waste Bank (IWB) terutama mengolah sampah menjadi RDF, katanya. (anton/fs)







Komentar