oleh

Dandim 0508 Depok Ajak Warga Memanfaatkan Lahan Tidur

DEPOK – Melihat potensi lahan tidur yang masih belum tergarap dengan baik untuk dijadikan lumbung pangan, sayuran maupun obat-obatan bagi kesehatan, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0508 Depok mengajak seluruh elemen masyarakat terlebih warga terdekat lahan untuk secara maksimal memanfaatkan lahan agar lebih produktif.

“Saya menaruh perhatian serius terhadap pemanfaatan lahan tidur guna aktivitas pengembangan potensi sumber daya alam khususnya di sektor pertanian, sekaligus sebagai solusi terkait program pengembangan ketahanan pangan,” ujar Dandim 0508 Depok Letkol Inf Iman Widhiarto, didampingi Ketua PWI Depok Rusdy Nurdiansyah, saat bersilahturahmi dengan wartawan di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok, Selasa (5/3/2024).

Pemanfaatan lahan tidur untuk program ketahanan pangan pemerintah menjadi solusi mengantisipasi kerawanan pangan termasuk memanfaatkan secara maksimal lahan tidur yang dinilai cukup banyak dibandingkan harus terlantar atau tumbuh rumput ilalang.

Potensi lahan tidur ternyata masih begitu banyak dan luas jika dikelola dan dimanfaatkan dengan baik melalui kerja sama masyarakat, TNI khususnya Kodim 0508 Depok, Pemkot Depok dengan kerja sama dengan Kementerian Pertanian, imbuh Dandim, tentunya akan mendapatkan hasil yang baik terlebih dengan menanam tanaman produktif sesuai dengan program pemerintah secara nasional memenuhi kebutuhan pangan masyarakat banyak.

Menurut Letkol Iman, jika lahan tidur dapat dimanfaatkan dengan baik tentunya akan memiliki keuntungan yang besar, apalagi menjelang bulan puasa yang tentunya harga kebutuhan pokok maupun sayuran biasanya serba naik. “Karena persoalan pangan tidak bisa dianggap sepele bila harga terus naik dan bergejolak, tentunya akan menimbulkan isu ke pertahanan negara dan membuat panik masyarakat,” tuturnya.

“Kolaborasi antarmasyarakat, TNI, Pemkot Depok termasuk Kementerian Pertanian sangat penting,” tutur Dandim sembari menambahkan, jajaran Kodim 0508 Depok tentunya siap setiap saat menjadi jembatan atau kolaborator agar lahan tidur dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin tentunya seizin pemilik lahan. (*/anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *