POSKOTA.CO – Persoalan banjir yang kini kian parah khususnya di beberapa komplek perumahan di Kota Bekasi banyak dikeluhkan warga. Banjir yang semakin parah sejak awal 2020 membuat warga mengalami kerugian moril dan materil yang cukup besar. Beberapa penyebab banjir disinyalir karena drainase yang buruk, saluran air yang mengecil karena ada proyek pembangunan pemerintah maupun swasta.
Janji promosi pengembang perumahan yang dulu saat merekrut konsumen selalu menyatakan angin segar kalau perumahannya dijamin tidak banjir, ternyata hanya ‘isapan jempol’ belaka. Lahan yang awalnya diperuntukan sebagai resapan air, rawa dan sawah, kini disulap jadi perumahan sederhana dan elit.
Dari sekian banyaknya pemukiman yang terkena banjir parah adalah, Perum Taman Galaxy, Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan. Warga di perumahan ini mengeluh dengan datangnya dua kali banjir parah di tahun 2020. Bahkan dengan sudah melakukan upaya meninggikan lantai rumah, tapi tetap saja kebanjiran.
Keluhan kekecewaan warga di RW 14 ini disampaikannya ketika tatap muka alias ngobrol bersama anggota DPRD Kota Bekasi Adhika Dirgantara SKom, Minggu (1/3/2020). Salah satunya Ny Desy yang mengaku kesal terhadap banjir yang semakin parah. Bahkan meski rumahnya sudah ditinggikan, masih saja kebanjiran, apalagi surutnya cukup lama saking banyaknya air yang masuk dari kampung maupun komplek sebelah.
“Saya kesal sekali sudah puluhan tahun tinggal di komplek ini, banjirnya tidak separah di awal tahun ini maupun yang terjadi kemarin (Selasa, 25/2). Yang lebih kesalnya lagi sudah rumah saya ditinggikan masih saja banjir, apalagi surutnya juga lama. Saya kasihan sama warga lain yang rumahnya belum ditinggikan. Kalau ini salah satunya faktor karena buruknya drainase, saya usulkan gotnya dibuat sodetan agar air dapat ke penampungan,” pinta sekretaris RT 04/14.

Sementara H. Ir. Suhendi, MM, Ketua Bid Pembangunan RT 07 dan Masjid Al Furqon sempat menjelaskan secara gamblang faktor penyebab banjir di Taman Galaxi dan beberapa perumahan lain di sekitarnya. Pada intinya banjir parah tersebut terjadi akibat saluran yang mengalir melalui gorong di bawah tol Jakarta – Cikampek yang sudah tidak memadai lagi. Besarnya hanya +_ 6 m2 sedang saluran masuk +_ 10.2 m2. Artinya +_ 41 % arus tidak bisa ke buang lewat gorong di bawah tol terbut.
“Nah, kalau kemudian perumahan Bumi Satria Kencana yang menerima aliran ini akan menutup setengah dari saluran air tersebut agar tidak kebanjiran, ini kan jadi menghambat jalannya air. Ditambah lagi air dari proyek jalan KA cepat sekarang masuk ke saluran air bawah tol juga,” tegasnya.
Jadi, tambahnya, untuk sementara waktu semua RW yang terkena banjir akan mengajukan perbaikan saluran yang selama ini terjadi penjempitan dan penampungan yang kotor dan banyak enceng gondoknya. Disamping itu warga juga akan mengajukan ke DPRD atau Pemda Kota Bekasi untuk buat gorong-gorong tambahan.
Dalam temu warga yang bertemakan Kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat, Adhika Dirgantara yang dari Fraksi PKS dan duduk di Komisi III menyatakan menampung semua keluhan dan inspirasi warga termasuk soal meningkatnya angka kiriminalitas, penambahan sarana Posyandu, Paud dan Karang Taruna serta menumpuknya sampah.
“Ya, kalau bicara soal banjir, saya juga kebanjiran awal tahun ini bahkan tidak sedikit banda saya jadi korban. Nah, tentunya dengan solusi banjir ini saya bisa memfasilitasikan sebagaimana usulan perbaikan drainase yang buruk,” katanya ddamping Ketua RW14, H.Amrius, SE,MM.
Menurutnya uang bisa dicari, tapi tentunya kita harus bicarakan dulu kepada semua RW yang berkepentingan. Ini urusan Komisi II. Jadi RW harus ketemu dulu dan membicarakannya terlebih dahulu bersama lurah untuk mencari solisinya termasuk juga dibicarakan kepada Kementrian PUPR. (Budhi)







Komentar