oleh

Alokasi Dana Penataan Kawasan Rp 100 M, Biaya Bongkar 109 Tiang Monorel di Kuningan Hanya Rp 300 Juta

JAKARTA – Di mata masyarakat tengah terjadi salah paham terkait biaya pembongkaran tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, yang menelan biaya Rp 100 miliar. Padahal, angka tersebut bukanlah biaya bongkar 109 tiang monorel semata, melainkan total biaya penataan kawasan secara menyeluruh.

Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto menjelaskab jika merujuk pada perhitungan sederhana dengan menggunakan harga satuan pembongkaran beton per meter kubik yang lazim digunakan dalam referensi biaya konstruksi, estimasi biaya pembongkaran fisik 109 tiang monorel sesungguhnya berada pada kisaran ratusan juta rupiah.

“Estimasi ini dapat dengan mudah diverifikasi melalui berbagai referensi biaya konstruksi yang tersedia secara terbuka, termasuk estimasi biaya pembongkaran beton atau bangunan rumah, yang rata-rata berkisar antara Rp400.000 hingga Rp600.000 per meter kubik,” kata Sugiyanto kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/1).

Jumlah tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said tercatat sebanyak 109 tiang beton. Estimasi volume satu tiang monorel berkisar antara 3 hingga 5 meter kubik, sehingga total volume pembongkaran berada pada kisaran sekitar 327 hingga 545 meter kubik. “Untuk memudahkan perhitungan, angka tersebut dapat dibulatkan sehingga total volume 109 tiang monorel diperkirakan berada pada kisaran 300 hingga 500 meter kubik,” papar Sugiyanto.

Dengan asumsi volume total pembongkaran seluruh tiang tersebut berada pada kisaran 300 hingga 500 meter kubik, maka estimasi biayanya dapat dihitung secara rasional. Apabila digunakan harga satuan Rp 400.000 per meter kubik, total biaya pembongkaran berada pada kisaran sekitar Rp 120 juta hingga Rp 200 juta. Sedangkan jika menggunakan harga satuan Rp 600.000 per meter kubik, estimasi biayanya berkisar antara Rp180 juta hingga Rp 300 juta.

Bahkan dengan menggunakan asumsi harga tertinggi, yakni Rp600.000 per meter kubik dan volume maksimal 500 meter kubik, estimasi biaya pembongkaran 109 tiang monorel hanya mencapai sekitar Rp300 juta. Perhitungan ini didasarkan pada jumlah tiang yang akan dibongkar dengan memperhitungkan volume pekerjaan serta harga satuan pembongkaran beton yang umum digunakan di sektor konstruksi.

Sebagai warga Jakarta yang mendukung sepenuhnya kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wagub Rano Karno, kata Sugiyanto, dia merasa perlu meluruskan kesalahpahaman ini agar tidak menimbulkan persepsi keliru dan pandangan negatif terhadap citra Pemprov DKI Jakarta. “Terlebih saat ini Pemprov DKI tengah berupaya membenahi, membangun, dan menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di Jakarta, termasuk penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said melalui pembongkaran tiang monorel yang telah lama mangkrak sejak 2007,” tegas Sugiyanto.

Kesalahpahaman tersebut muncul karena pemberitaan di berbagai media online, baik nasional maupun lokal, yang dalam judulnya menyebutkan biaya pembongkaran tiang monorel sebesar Rp 100 miliar. “Namun jika dicermati secara utuh, isi pemberitaan tersebut sebenarnya telah menjelaskan bahwa angka Rp100 miliar merupakan estimasi biaya total untuk penataan kawasan secara menyeluruh, bukan semata-mata biaya pembongkaran tiang monorel,” pungkasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *