oleh

Kampus Merdeka : Bhinneka.Com dan Kemdikbudristek RI Tantang Mahasiswa Bangun Industri B2B e-Commerce Indonesia

POSKOTA.CO-Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, mengakibatnya kurangnya ketersediaan  talenta siap karya. Sebagai langkah nyata untuk menjawab tantangan itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI dan Bhinneka.Com sebagai mitra di  Kampus Merdeka, mengundang mahasiswa perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk bergabung di Akademi Bhinneka.

“Para mahasiswa yang lolos proses rekruitmen akan mendapat kesempatan magang bersertifikasi di industri, terlibat langsung dalam proyek industri, membangun jejaring, menerima gaji, serta mendapat “tiket emas” untuk direkrut sebagai karyawan Bhinneka.Com. Seluruh program Akademi Bhinneka menerapkan mekanisme penilaian yang terintegrasi dengan proses perkuliahan,” kata VP Human Capital Bhinneka.Com, Fihri Andika., Jum’at (09/07/2021).

Menurut ihri, sebagai mitra Kampus Merdeka, Bhinneka.Com menjembatani perguruan tinggi sebagai pusat intelektual dan kultural dengan kebutuhan industri, sehingga akan meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi yang lebih baik dan terserap oleh industri.

Senada dengan pernyataan Presiden RI Jokowi beberapa waktu lalu, bahwa ekonomi digital dan industri 4.0 Indonesia memiliki pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Di mana, pada era industri 4.0 penguatan SDM adalah kebutuhan. Dengan bonus demografi yang dimiliki negara ini, pada tahun 2030 diharapkan jumlah usia produktif di Indonesia bertumbuh dua kali lipat.

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi digital Tanah Air yang mencapai USD133 miliar atau Rp1.826 triliun pada tahun 2025 (dibandingkan data akhir tahun 2019 yang mencapai USD40 miliar atau mencapai Rp566,28 triliun dalam laporan dari Temasek, Google, dan Bain & Company). Dengan kondisi demikian  diprediksi Indonesia memerlukan 18 juta tenaga ahli di Indonesia pada tahun 2030 dalam riset Global Talent Crunch . Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2020, tercatat 651 ribu lulusan perguruan tinggi yang mengikuti pelatihan bersertifikat berbagai bidang. Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keahlian dan kompetensi. Sayangnya, pelatihan di sektor ekonomi digital dinilai masih minim.

Pada tahun 2025 mendatang, industri 4.0 Indonesia diperkirakan akan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia dengan jumlah mencapai USD133 miliar. Dengan didukung oleh 185 juta penduduk yang telah terhubung layanan internet (terbesar keempat dunia), kemajuan industri tersebut akan mengantarkan Indonesia menuju sepuluh besar kekuatan ekonomi global di tahun 2030 mendatang.

“Program Kampus Merdeka bersama Bhinneka.Com ini merupakan bentuk konsolidasi dari semua pihak, terutama demi mempertahankan dan meningkatkan ekonomi digital di Indonesia. Para mahasiswa bisa belajar langsung, terapresiasi, serta diharapkan bisa memiliki kepiawaian yang dibutuhkan oleh industri digital. Sebuah kebanggaan bagi kami, karena terpilih menjadi salah satu mitra Kemdikbudristek RI,” ungkap Fihri.

Program ini digagas langsung oleh Kemdikbudristek RI sejak akhir Maret lalu. Dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Mendikbud RI, Nadiem Makarim, para pelaku industri e-commerce diberikan kesempatan untuk menjadi perusahaan pengasuh program magang. Bhinneka.Com sendiri menghadirkan empat sub program magang Kampus Merdeka bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia. Keempat sub program tersebut adalah:

  1. Affiliate Apps
  2. Campus Marketplace
  3. Channel Management Apps
  4. Performance Management System

Dicari lebih dari 50 mahasiswa magang untuk terlibat pada empat sub program di atas.  Para mahasiswa yang berminat untuk berpartisipasi dalam Kampus Merdeka di Bhinneka.Com dapat mendaftarkan diri di platform milik Kemdikbudristek RI. Seleksi awal akan dilakukan untuk menyesuaikan kuota dan kriteria, lalu para mahasiswa yang lolos akan memulai proses magangnya dalam waktu 6-12 bulan.

Adapun dengan ikut serta dalam program Kampus Merdeka di Bhinneka.Com, wawasan dan referensi yang diperoleh para mahasiswa akan unik, serta berbeda dengan lainnya. Sebab Bhinneka.Com sebagai business super ecosystem adalah pelaku e-commerce pemimpin segmen B2B (termasuk B2G). Para mahasiswa peserta akan diperkenalkan dengan karakteristik bisnis yang khusus bagi interaksi antar korporasi, bahkan yang disasarkan ke lembaga pemerintah sebagai konsumennya.

“Salah satu nilai lebih dari program magang di Akademi Bhinneka ini adalah ‘tiket emas’ untuk direkrut sebagai Bhinnekaners setelah mereka meraih gelar sarjana. Hal ini melengkapi pengalaman nyata berada dalam industri digital ekonomi yang dinamis, terlibat dalam berbagai proyek penting, dibimbing para mentor terbaik dari internal Bhinneka.Com. Sehingga para mahasiswa bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang industri ekonomi digital,” tutur Fihri.

Keikutsertaan mahasiswa dalam program Kampus Merdeka di Bhinneka.Com tentunya juga berdampak secara akademik, dari penilaian, kesetaraan dengan satuan kredit pendidikan atau SKS.

Hingga saat ini, tercatat sudah ribuan mahasiswa yang mendaftar untuk magang di Akademi Bhinneka melalui laman kampusmerdeka.kemdikbud.go.id, pendaftaran akan ditutup pada 18 Juli 2021. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program Akademi Bhinneka, calon pemagang juga dapat menghubungi recruitment@bhinneka.com. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *