oleh

Jadi Pembicara Kunci pada Wisuda UNKRIS, Menteri Yasonna Ingatkan Kurikulum Perguruan Tinggi Harus Adaptif

POSKOTA.CO –  Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia, Prof. Yasonna H Laoly, SH, M.Sc, Ph.D mengatakan  pandemi COVID-19 mempengaruhi banyak hal dari kehidupan dan memaksa semua orang untuk berubah
menerima sebuah kondisi “new normal” dengan memasuki era transformasi digital yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Situasi tersebut juga melanda dunia pendidikan Indonesia, di mana metode pendidikan dilakukan secara daring.

Hal itu disampaikan Yasonna saat menjadi pembicara kunci pada Wisuda Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) secara offline, Kamis (19/5/2022). Wisuda ke-61 dan Magister ke-25 tersebut mengambil tema “Wujudkan Insan Unggul dan Beradab”.

Hadir Kabag Umum LLDIKTI 3 Jakarta Noviyanto mewakili Kepala LLDIKTI wilayah III Dr Ir Paristiyanti Nurwardani M.P, Ketua Dewan Pembina Yayasan UNKRIS Prof Gayus Lumbuun, dan Ketua Pengurus Yayasan UNKRIS Amir Karyatin, SH .

“Ini terasa berat dan banyak menimbulkan kebingungan luar biasa, semua harus berdamai dan beradaptasi dengan metode ini,” kata Yasonna.

Meski demikian, lanjut Yasonna, kita semua harus yakin bahwa kita akan pulih dan bangkit dari pandemi COVID-19 serta akan tumbuh menjadi bangsa yang lebih kuat dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul untuk Indonesia Tangguh.

Menurut Yasonna, perkembangan teknologi yang sangat cepat membutuhkan kemampuan beradaptasi yang cepat pula. Hal ini menjadi salah satu kemampuan penting bagi civitas akademika dan institusi perguruan tinggi untuk meraih sukses yang diharapkan.

“Pola pikir kampus atau perguruan tinggi harus didorong menuju perguruan tinggi entrepreneur yang mengusung prinsip growth mind set. Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi pilar utama harus terus dijaga dan dipertahankan, bukan saja edukasi sebagai dharma utama, tetapi juga menjadikan edukasi, riset dan pengabdian kepada masyarakat menjadi kesatuan yang utuh atau integratif, saling mendukung dan menguatkan,” lanjutnya.

Yasonna mengingatkan bahwa bangsa Indonesia saat ini menghadapi tantangan global abad 21 yaitu pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang mencakup pemenuhan kebutuhan manusia, lingkungan, dan spiritual. Pencapaian tantangan tersebut menghadapi kendala dan tantangan ketika pandemic COVID-19 menghantam dunia.

Sementara itu kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tidak bisa dibendung dan semakin pesat berkembang, sehingga mampu mempercepat penyebaran informasi yang juga berpotensi menimbulkan pemahaman beragam atas isu-isu global dan nasional yang mengancam keamanan, keberagaman dan cederung mengoyak nasionalisme kita.

Proses globalisasi dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini menurutnya telah menciptakan trasparansi global di mana batas-batas fisik kedaulatan suatu negara seolah-olah tidak ada, sehingga menghadirkan dunia tanpa batas (borderless world).

Bagi Yasonna, kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi semakin memudahkan semua aktivitas manusia. Kemajuan teknologi telah mendorong perubahan dalam aspek kehidupan manusia, dengan terbentuknya masyarakat dunia yang makin transparan dan terbuka.

Yasonna menilai, kurikulum-kurikulum di Perguruan Tinggi harus merespons dan adaptif terhadap perkembangan zaman dan teknologi yang sangat cepat dan dinamis. “Perguruan tinggi tidak boleh terjebak pada konservatisme baik kurikulum maupun metode pengajarannya,” tukasnya.

Diakui Yasonna, Perguruan Tinggi merupakan mitra strategis Kementerian Hukum dan HAM, yang banyak menghasilkan sumber daya manusia yang mampu berkerja sama dalam perencanaan, pembangunan, pembinaan dan penegakan hukum. Hal ini seperti selaras apa yang yang disampaikan oleh Presiden  untuk menciptakan sumber daya manusia dengan karakter unggul.

“Pendidikan tinggi menjadi tumpuan harapan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkarakter unggul, yang pada akhirnya lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi agen pembangunan bangsa, dan bahkan mampu menjadi agen transformasi di kehidupan masyarakat. Perguruan tinggi merupakan bagian akhir dari tingkatan pendidikan formal di Indonesia,” tegasnya.

Rektor Unkris Dr Ir Ayub Muktiono, M.SP,CQaR

Sementara itu Rektor UNKRIS Dr. Ir Ayub Muktiono, M.SP,CQaR menuturkan  untuk menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul, setidaknya ada 4 kunci penting yang harus dipegang oleh mahasiswa. Yakni selalu belajar atau menuntut ilmu, membangun networking atau menjalin silaturahmi, mengimplementasikan ilmu yang diperoleh termasuk memanfaatkan networking yang dimiliki serta berdoa. “Jangan pernah takut gagal karena sesungguhnya rintangan itu yang akan membuat kita lebih pintar, dan lebih cerdas,” katanya.

Rektor berharap lulusan UNKRIS tidak hanya unggul dibidang akademik saja, namun juga memiliki nilai tambah yaitu beradab, yang dapat diartikan memiliki sifat jujur, amanah dan berbudi pekerti baik.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga melaporkan sejumlah kegiatan yang telah dilakukan UNKRIS terkait kerjasama dengan berbagai pihak, pengabdian kepada masyarakat dan kegiatan akademik maupun kegiatan kemahasiswaan. Di bidang kerjasama, UNKRIS telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak baik antar
Perguruan Tinggi, Dunia Usaha dan Industri, Instansi Pemerintah dan Swasta maupun lembaga lainnya, seperti dengan Kemenkominfo, Kemenpora, LP3I, Yayasan Cakra Inti Indonesia dan HIPMI PT kota Bekasi.

Di bidang akademik dan kemahasiswaan, Rektor menyebut UNKRIS berusaha untuk mendorong dan meningkatkan kreativitas dan inovasi mahasiswa yang muaranya akan diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemenristekdikbud dan berbagai kompetisi lainnya.

“Alhamdulillah sejumlah mahasiswa UNKRIS mampu berprestasi di tingkat regional maupun nasional baik dibidang olah raga, seni, sains maupun kewirausahaan,” jelas Ayub.

Di bidang pengabdian kepada masyarakat, UNKRIS memiliki beberapa desa binaan, di antaranya bekerjasama dengan Desa Tugu Utara Kabupaten Bogor, UNKRIS mendorong Peraturan Desa untuk melindungi masyarakat, melalui Peraturan Desa No. 10 Tahun 2013 tentang Pengendalian Lingkungan Berbasis Masyarakat.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pembina Yayasan Unkris Prof Gayus Lumbuun mengapresiasi semua pencapaian yang diperoleh UNKRIS dalam beberapa tahun terakhir ini. UNKRIS semakin berkembang dengan baik, tidak hanya dari segi sarana dan prasarana yang semakin tertata dan lengkap, namun dari capaian perolehan mahasiswa baru juga terus bertambah secara signifikan. Dengan segala pencapaian diyakini bahwa target UNKRIS menjadi Perguruan Tinggi Unggul di Tahun 2025 akan dengan mudah dicapai.

Diakui Prof Gayus, dalam perjalanan UNKRIS menjadi sebuah Universitas hingga mampu bertahan diusia 70 tahun seperti saat ini, tepatnya pada tanggal 1 April 2022, tentunya bukan perjalanan yang mudah. Banyak batu sandungan yang dilalui termasuk didalamnya konflik internal. Namun bersyukur semua itu dapat diatasi dan dilalui hingga pada akhirnya UNKRIS dapat tetap eksis melayani masyarakat yang mempercayakan pendidikannya di UNKRIS.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan UNKRIS Karyatin mengatakan bahwa UNKRIS telah banyak melakukan terobosan-terobosan baru, di antaranya melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi, dunia industri, instansi pemerintah maupun swasta, meningkatkan mutu dan kualitas SDM, melakukan pembangunan dan pembenahan kampus, perbaikan kurikulum, serta meningkatkan kegiatan mahasiswa melalui ajang kreatifitas dan kompetisi-kompetisi.

Kabag Umum LLDIKTI 3 Jakarta Noviyanto dalam sambutannya mengatakan UNKRIS harus terus berdiri di depan, menjadi salah satu Perguruan Tinggi yang mampu berkontribusi untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik dengan menerapkan pendidikan yang transformatif. Pendidikan yang mampu mengubah dan berjalan ke arah yang lebih baik, menuju masa depan yang berkelanjutan atau sustainable future.

Untuk mencapai target menjadi Perguruan Tinggi Unggulan pada tahun 2025, kata Noviyanto, UNKRIS  harus melakukan berbagai langkah strategis, seperti terus meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menitik beratkan pada pemberdayaan masyarakat, meningkatkan mutu kesejahteraan SDM, menjamin ketersediaan sumber belajar yang merata di semua Fakultas dan PPs, dan menciptakan tata kelola universitas yang baik.

UNKRIS diakui Noviyanto, menjadi salah satu perguruan tinggi swasta di wilayah LLDIKTI III yang sarat dengan prestasi. “UNKRIS bahkan menjadi perguruan tinggi dengan pelaporan PDDIKTI 100% dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, 10 semester, dari 2016 semester ganjil hingga 2020 semester genap,” tutupnya.

Pada wisuda kali ini, dilakukan pula penyerahan penghargaan rekor MURI kepada Hadi Poernomo, lulusan program sarjana dari fakultas hukum UNKRIS untuk dua kategori sekaligus yakni sebagai mahasiswa jurusan hukum tertua di dunia dan penggagas Single Identity Number (SIN) Pajak. Mantan Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu tersebut menjadi satu dari 1.222 wisudawan Unkris yang diwisuda kali ini.

Penyerahan penghargaan MURI dilakukan langsung oleh Ketua Umum Museum Rekor Indonesia, Jaya Suprana. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.