oleh

Pesan Fahri, Jangan Jadikan KPK Sebagai Karapan Sapi

POSKOTA.CO – Kemarin KPK tangkap pejabat di KALSEL lalu Kejaksaan RI tahan politisi kelas tinggi di JAKARTA. Kenapa sepi? Karena dua lembaga itu sekarang prosedural di jalur hukum..pro justicia! Dalam semester ini Kejaksaan RI sudah selamatkan Rp 26 T!

Jadi sudahlah, hingar bingar pemberantasan korupsi gegap gempita yang memaksa lembaga penegakan hukum berubah menjadi pelakon Avenger dan karapan sapi sudah selesai. Biarkan penegakan hukum itu sepi, normal, wajar dan di jalan yang lurus tanpa panggung pertunjukan yang wah! Dikutip dari IG Fahri, Minggu(19/9/21)

Nanti yang kita bikin seru adalah kejuaraan sepak bola dan pertandingan pencak silat antar perguruan. Di sana kita sorak sorai memuji jago kita masing-masing sampai menendang layar TV juga gapapa saking serunya. Tapi lembaga penegak hukum bukan itu. Mereka punya hukum dan cara.

Kritik kepada KPK dulu karena sibuk membentuk apa yg disebut KAK, Komunitas Anti Korupsi. Mereka difasilitasi menjadi tim hore. Tak ada salahnya tapi itu bisa mengubah KPK dari penegak hukum menjadi idola ala drakor. Itu yg terjadi, uang balik gak seberapa ributnya sedunia!

Saya tidak bermaksud membuat KPK tidak boleh dipuji. Wajar sajalah. Publik kan nonton setiap saat juga. Kritik apalagi, harus terus diawasi apalagi pengawasan parlemen yang kurang efektif. Tapi namanya rakyat, tugas kita banyak, karena kitalah yang menciptakan pajak/ ongkos mereka!

Jadi sambil cari uang tiap hari buat gaji mereka kita juga berharap mereka balikin uang kita yang dicuri. Udah itu aja. Jangan yang kita suruh balikin uang kebanyak gaya! Fokus aja balikin duit gua, itu aja. Gaya boleh aja tapi jangan lupa yg utama, nanti mahal diongkos! Tekor gua!

Mari kita doakan pak Firli dkk serta seluruh isi lembaga yang sudah berumur jelang 20 tahun sesuai UU 30/2002. Mereka orang-orang yang sama ribuan jumlahnya, anak bangsa yang punya cita-cita mulia. Berlebihan kalau kita anggap ribuan orang gak berguna hanya karena ada yg sudah tiada.

Kita percaya KPK sedang berbenah, dan dari semua mantan ketua-nya (setahu saya) hanya pak Firli Bahuri yang merupakan bekas orang dalam yang tahu seluk beluk lembaganya.

TIDAK LOLOS TWK

Diberitakan, sejumlah organisasi sipil mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi karena memberhentikan 56 pegawai. Para pegawai berdedikasih belasan tahun bekerja untuk KPK berhenti disebabkan tidak lolos dalam Tes Wawasan Kebangsaan.

Organisasi sipil kemudian mengkritik lewat “kantor darurat pemberantasan korupsi” dalam sebuah aksi solidaritas di gedung KPK lama. Aksi tersebut didukung BEM Seluruh Indonesia, Koalisi Bersihkan Indonesia, ICW, Amnesty Internasional, YLBHI, LBH Jakarta, SERBUK, KASBI, KPBI, dan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi.

Turut hadir dalam aksi mantan Komisioner KPK periode lalu, Saut Situmorang memberikan dukungan. Sebab menurutnya, KPK adalah harapan masyarakat agar Indonesia lebih benar, lebih sejahtera dan lebih bermartabat.

“Yang kita lakukan saat ini sejalan dengan revolusi mental Presiden Jokowi, poin paling atas dari revolusi mental adalah integritas, kita harus ingatkan itu lagi,” ujar Saut, Kamis (15/9/2021).

Saor Siagian selaku kuasa hukum 57 pegawai KPK menilai, para pegawai itu dipecat oleh pihak-pihak yang justru bermasalah secara etik. Ketua KPK Firli Bahuri pernah diputus melanggar etik perihal penggunaan helikopter dan gaya hidup mewah. (IG fahri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *