oleh

Ngaku Mantan Menantu Petinggi Polri, Pasutri Tipu Pengusaha Rp39,5 Miliar

POSKOTA.CO – Sepasang suami istri (pasutri) berinisial DK alias DW dan KA pelaku penipuan dengan modus menawarkan kerja sama proyek kepada korban dengan menunjukkan worksheet proyek. Korban berinisial ARN dijanjikan keuntungan cukup besar setiap proyek.

Tersangka meminta korban untuk memberikan dana dalam rangka membiayai proyek-proyek tersebut. Pelakunya diketahui tujuh orang, namun hanya dua yang dilakukan penahanan, yakni DW alias DK dan KA. Sebab, keduanya berperan aktif dalam melakukan penipuan dan penggelapan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dari laporan korban, DW mengaku memiliki banyak pengalaman di bidang bisnis perminyakan dan proyek lain dengan keuntungan besar.

“Sekitar Januari 2019 DW menawarkan kerja sama investasi kepada korban dengan menunjukkan worksheet proyek. Isinya penjabaran modal dibutuhkan dan keuntungan yang akan diperoleh,” kata Kombes Yusri, Rabu (27/1/2021).

Tersangka DW mengajak korban berinvestasi dengan membiayai proyek-proyek tersebut. “Korban tertarik dengan keuntungan dan mengeluarkan dana sebesar Rp39,5 miliar,” ujar Yusri.

Sejumlah proyek yang dijanjikan, yakni akuisisi (pengambilalihan) PT Tawu Inti Bati di Karawang senilai Rp24 miliar, proyek pengadaan supply MFO (marine fuel oil, bahan bakar kapal laut) 180 Bojonegara, Cilegon, Banten senilai Rp4,35 miliar, dan proyek yang sama untuk kedua kalinya senilai Rp3 miliar dan proyek bisnis batu bara senilai Rp5,8 miliar dan transaksi tanah jaminan bank di Depok, Jawa Barat Rp2,2 miliar.

Saat jatuh tempo bagi hasil, ternyata DW susah dihubungi dan tak dapat memenuhi janjinya. “Malah ada transaksi bahwa dana investasi itu dibelikan harta benda berbentuk properti atas KA nama istrinya,” pungkasnya.

Merasa ada tak beres, korban lantas melapor ke Polda Metro Jaya, LAPORAN POLISI NOMOR: LP/430/I/YAN.2.5/2020/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 21 Januari 2020.

Sementara itu, kuasa hukum korban ARN, Albert Yulius dari kantor Yudha Dewi Setiawan Sihombing Law Firm menambahkan, awal perkenalan tersangka mengaku sebagai mantan menantu petinggi Polri.

“Pengakuan itu membuat korban tertarik dan percaya dan menanamkan uangnya untuk enam proyek yang ditawarkan tersangka. Jumlahnya Rp39,5 miliar,” kata Albert.

Menurut Albert, setiap pertemuan tersangka selalu mengaku memiliki banyak pengalaman di bidang bisnis perminyakan dan memiliki banyak proyek yang menjanjikan banyak keuntungan.

“Tersangka menawarkan kerja sama proyek tersebut kepada korban dengan menunjukkan worksheet proyek yang isinya penjabaran modal yang dibutuhkan dan keuntungan yang akan diraih,” tambah Albert.

Korban, lanjut Albert, mulai curiga pada akhir 2020, setelah keuntungan yang dijanjikan tidak ada terealisasi dan tersangka sulit dihubungi. Korban baru sadar kalau semua proyek yang ditawarkan adalah fiktif.

“Korban ARN seorang pengusaha, akhirnya melaporkan dugaan penipuan ke Polda Metro Jaya pada 21 Januari 2020,” pungkasnya. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *