oleh

Debt Collector Rampas Motor, Ojol Geruduk Kantor Cabang Leasing

POSKOTA. CO – Aksi perampasan motor oleh Debt Collector kembali terjadi di Bogor. Korban yang merupakan ojek online tak terima perlakuan penagih bayaran ini, lalu bersama rekan se-profesinya mendatangi kantor BAF.

Arisman (43) driver ojol yang jadi korban perampasan motor juga mengaku, perampasan motor oleh kelompok Matel (mata elang) ini disertai ancaman pistol. Kekerasan verbal ini membuat korban dan puluhan Ojek online geruduk kantor BAF di Jalan Raya Pahlawan.

Korban Arisman, warga Taman Cibinong Asri RT 06/19, Desa Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor ini mengaku, motornya dirampas saat ia memintas di Jalan Raya Pahlawan, Bondongan, Bogor Selatan, Kota Bogor pada Jumat (11/9/2020).

“Saat kejadian, ada beberapa teman ojol dilokasi. Kelompok Matel lalu ancam bakal tembak dengan senjata api jika permasalahan ini sampai mencuat. Kejadiannya Jumat pagi sekitar pukul 10:00 WIB. Saya pas di Cibinong City Mall ( CCM). Tiba-tiba saja ada debt collector atau mata elang ( matel, sebutan khusus pelaku perampasan motor red ) mengajak ngobrol dan mereka mengajak saya ke kantor Baf yang ada di Bogor Selatan, Kota Bogor. Nah, ternyata sesampainya di kantor, mereka justru menanyakan soal adanya keterlambatan cicilan motor yang saya miliki. Katanya sih saya sudah menunggak selama tujuh bulan,”ujar Arisman kepada wartawan.

Arisman membantah tuduhan ini. Korban kepada perusahaan menegaskan, dirinya tidak ada keterlambatan dalam pembayaran motor yang di sangkakan kepadanya. Korban menegaskan, perusahaan telah salah dalam mendata. Pasalnya, angsuran motor sudah ia bayar melalui program angsuran cicilan motor Grab.

Permasalahan sementara selesai. Namun saat korban balik, ia lalu diikuti kelompok Matel. Saat melaju di Jalan Raya Pahlawan, dua anggota matel yang mengikutinya dengan menumpang satu motor, memaksa dirinya untuk menyerahkan kunci dan Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK ) motor miliknya.

“Awalnya mereka bilang coba kunci dan STNK untuk di cek ulang. Karena bilang mau cek nomor rangka mesin aja, saya kasih. Eh malah motor dan STNK dibawa kabur. Motor yang dibawa kabur,”ujarnya.

Merasa menjadi korban dari pembelian motor Yamaha Aerox bernopol F 2965 FDX yang pembayaran cicilannya dilakukan melalui pemotongan saldo dari aplikasi Grab sebesar Rp 47.950, korban lalu melapor ke polisi. “Pembayaran melalui pemotongan saldo grab ini sudah berlangsung selama satu tahun. Kenapa baru ada begini sekarang,”kata Arisman.

Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Indrat Ningsih mengatakan kedua belah pihak sudah menyelesaikan persoalan itu secara damai.
Korban dituduh deb colector menunggak cicilan motor 7 bulan, karena saat pembayaran, tidak disertai bukti.
Namun setelah ke dua belah pihak duduk bersama, permasalahan ini bisa teratasi. “Sudah selesai mas,”ujar Kompol Indrat.

Sementara Sugeng Teguh Santoso, justru meminta korban melapor ke Polresta Bogor Kota. Pasalnya perampasan ini disertai ancaman dengan senjata api.

STS sapaan akrab Sugeng Teguh Santoso yang juga Sekjen Peradi ini mengatakan, driver ojol bisa membuat LP ke Polresta Bogor Kota, karena tindakan Matel ini harus di proses hukum, akibat perbuatannya sudah melanggar aturan. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *