oleh

Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Sesalkan Kasus Ayah Tiri Cabul Mangkrak Setahun

POSKOTA.CO – Kasus dugaan pencabulan terhadap siswi SMP berusia 13 tahun oleh ayah tirinya di Kota Tangerang mangkrak. Pasalnya, sudah hampir satu tahun kasus itu jalan di tempat.

Molornya proses hukum bagi pelaku disesalkan anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Saiful Milah. Bahkan, kata Saiful, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang dianggap tak serius mendampingi kasus tersebut.

“Itu terungkap setelah anggota DPRD Kota Tangerang melakukan kunjungan kerja ke Kota Tangerang Selatan (Tangsel-red). Ada aduan dari P2TP2A Kota Tangsel minta dorong dari dewan, kawal kasus pelecehan seksual di bawah umur. Korbannya warga Tangsel yang dicabuli di Kota Tangerang,” kata Saipul Milah, pada Senin (20/9/2021).

Saiful menjelaskan, korban dicabuli oleh ayah tirinya sebanyak 10 kali. Peristiwa keji itu terjadi di rumah mewah milik pelaku yang berlokasi di Kota Tangerang pada Oktober 2020 lalu. Gadis malang itu mengalami trauma akibat peristiwa tersebut. “Bukan hanya di rumah pelaku. Aksi itu juga dilakukan pelaku di hotel. Bayangkan saja,” ujarnya.

Lanjut Saiful, keluarga korban sudah melaporkan aksi keji itu ke P2TP2A Kota Tangerang. Namun respons penindakannya lamban, hingga akhirnya mangkrak. “Lamban, si orang tua korban merasa posisi ini kurang berjalan baik maka dia kembali ke Tangsel. Maka turunlah P2TP2A Kota Tangsel mendampingi sampai ke polres,” katanya.

“Ini yang kami sesalkan. P2TP2A Kota Tangerang yang tidak reaktif dengan penuh,” sambung Saiful Milah.

Meski demikian, P2TP2A Kota Tangsel telah melakukan berbagai upaya dalam pendampingan. Mulai pendamping psikologi, pemulihan trauma hingga pendampingan hukum. Kini, korban telah ditempatkan di rumah aman untuk didampingi. “Selama ini pendamping psikologi, trauma healing sudah dari Tangsel termasuk pelaporan ke Polres,” jelasnya.

P2TP2A Kota Tangsel, kata Saiful, juga telah mengumpulkan bukti seperti hasil visum dan psikologi korban. Hasilnya menunjukkan korban memang menjadi korban pencabulan. “Semua komplet sesuai (hasil visum, hasil psikologi dan bukti lainnya) dari psikologi runtutan ceritanya (kronologi) juga sudah,” katanya.

Lebih jauh Saiful mengatakan, kasus yang menimpa siswi SMP berusia 13 tahun yang dicabuli ayah tirinya sudah ditangani Polres Metro Tangerang. Tanda bukti lapor yakni TBL/B/907/X/2020/PMJ/Restro Tangerang Kota.

Tindak pidana yang dilaporkan yakni persetubuhan atau pencabulan anak di bawah umur. Pasal 81 dan atau 82 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Polisi aktif. Bagus sekali kawal di ranah hukum tinggal kita lihat besok janjinya. Karena tadi saya konfirmasi teman-teman Polres cukup. Besok mau diserahkan (ke Kejari Kota Tangerang). Hanya reaksi kejaksaan untuk bisa menahan orangnya,” jelas Saiful.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Abdul Rachim membenarkan adanya informasi tersebut. Menurutnya, kasus pencabulan anak itu telah ditindaklanjuti oleh penyidik. “Bentar lagi kasus dilimpahkan ke kejaksaan istilahnya tahap dua,” singkatnya. (imam)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *